Membersihkan cache Linux

Pada Linux ada sistem cache yang akan menyimpan data untuk akses ke file – file yang sering digunakan dan disimpan dalam memori untuk menjamin kecepatannya. Manfaatnya akan terasa dalam performa, jadi lebih ringan saat anda menggunakannya sehari – hari. Tapi gara – gara cache ini juga kadang akan muncul error OOM (Out Of Memory) dan akan membunuh secara acak proses – proses yang sedang berjalan untuk menghemat RAM.

Jadi bisa dikatakan pedang bermata dua, kalau RAM VPS anda besar ya kecil kemungkinan mengalami error ini. Tapi kalau cuma 512MB misalnya dan penggunaan memori hampir maksimal maka bisa malah membuat sistemnya tidak stabil. Jadi RAM penuh belum tentu karena dipakai oleh service atau program, bisa jadi cachenya.

Nah… ada satu cara untuk membersihkan apa isi cache, langsung saja ketikkan perintah berikut:

sync; echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches

Dan isi cachenya akan segera dikosongkan.

Penggunaan cache ini memang sudah bagian dari sistem operasi Linux, setelahnya ya akan terisi kembali data – datanya. Saya sangat menyarankan agar anda upgrade kapasitas memori daripada menghapus isinya. Ini akan berpengaruh buruk terhadap performa soalnya.

8 thoughts on “Membersihkan cache Linux

  1. Ini blog lama lama penuh dengan komentar saya mas.
    Kemarin pada index thema wordpress saya menggunakan statis page tampilanya,
    sekarang sudah saya ganti ke blog post.
    Nah masalahnya setiap saya login saya bisa melihat halaman depan (index) dan single post.
    Tetapi setelah logout saya cuma bisa melihat index saja, di thema juga sudah saya gonta ganti, saya cek dari komputer lain juga sama, terakhir saya jalankan perintah kode di atas pada server tp juga belum mendapatkan hasil.
    ini kira kira apanya nya ya mas, saking penasaran saya bikin droplet 1 lagi saya install dan saya samakan konfigurasi nginx.conf nya, tapi pada yg baru ini normal normal saja.

    • Haha, ga masalah mas. 🙂

      Mas install apa saja dan bagaimana modul – modulnya?

      Saya kepikiran ini cuma masalah plugin cache saja. Tidak dibersihkan.

  2. Hahahaha sudah saya rebuild mas poseng sayah, masalahnya pada pengalihan http ke https tidak bisa normal juga dipaksakan ke www, terus ditambak koflik dengan plugin ssl wordpress, sekarang lagi belajar lagi.

  3. Redirect sudah berhasil plugin juga sudah dihapus, nah sekarang masalahnya saya install woocommerce dan pada bagian halaman checkout, json tidak dapat dipanggil balik (kata pembuat plugin JNEshipping).
    apakah sudah membahas masalah json mas?

    • Saya tebak karena pengembangnya ga pakai Nginx mas, jadi tidak ada dukungan kalau pakai web server ini. Coba OpenLiteSpeed saja biar agak kompatibel. 😀

    • MariaDB dan Percona itu fork (pecahan) dari MySQL. Fungsinya sama persis, jadi pakai salah satu saja.

      Bisa kok pakai Nginx dengan MySQL. Tinggal mas suka yang mana saja.

Leave a Comment