Kapan saatnya upgrade dari shared hosting ke VPS?

Salah satu pertanyaan klasik yang cukup sering ditanyakan adalah kapan saat yang tepat suatu blog atau website yang ditempatkan pada shared hosting cPanel dipindahkan ke VPS. Dari pengalaman pribadi dan ngobrol ke sesama pengguna Virtual Private Server tampaknya ada beberapa hal yang sama yang menentukan waktu terbaiknya untuk upgrade ke VPS.

Situs sulit diakses, sering error atau lambat saat dibuka. Ini adalah alasan paling utama saat dulu pertama kali mempertimbangkan solusinya. Ingin upgrade ke paket hosting yang lebih tinggi tapi harganya cukup mahal dan rasanya tetap dibatasi resourcenya. Jadi kalau sudah sering muncul 501 Internal Server Error, 502 Connection Timed Out, 509 Bandwidth Limit Exceeded maka sudah patut secara serius direncanakan kedepannya.

Harga yang (bisa) relatif hemat. Shared hosting bisa dikatakan yang terbaik kalau trafiknya masih rendah atau tidak mau repot mengurus sisi administrasi hosting. Tapi kalau sudah masuk diangka 300ribu per tahun keatas sudah sebaiknya mempertimbangkan menggunakan VPS. Tentu saja jangan menggunakan DigitalOcean kalau mau lebih murah lagi dapatnya. Selengkapnya: Rekomendasi VPS terbaik.

Kebebasan dalam memanfaatkan sumber daya server. Khusus untuk tipe VPS unmanaged dimana kita harus mandiri mensettingnya maka sampai mendetail kita bisa mengaturnya. Tentu saja ini bukan hal yang sehari jadi. Berikan waktu 1 bulan lah sebelum anda benar – benar pindahkan data hostingnya untuk memahami cara install web server dan software pendukungnya. Tapi kalau anda tidak mau repot maka bisa mencari jenis VPS managed yang akan dikelola pihak provider atau jasa freelance, tentu saja biayanya bertambah lagi.

Spesifikasi VPS yang bagus? Kalau soal ini jawabannya relatif berapa besar pengunjung situs anda per hari saat itu. Tapi kalau masih dibawah 5.000 pengunjung per hari masih mampu kok di VPS dengan RAM 512MB, ya standarnya DigitalOcean dengan Droplet terkecilnya. Ini dengan asumsi kita akan memanfaatkan stack LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, PHP). Tidak perlu terlalu dioptimalkan juga, yang penting jalan dulu. Masih berhubungan dengan harga dan batasan server sebenarnya, dengan biaya yang sama anda bisa mendapatkan spesifikasi hosting yang lebih baik dan limit yang lebih leluasa.

Pilih lokasi mana? Saya sarankan kalau bisa Singapura dulu, baru Amerika Serikat (Los Angeles atau datacenter manapun yang kalau diping angkanya dibawah 200ms). Sedangkan Indonesia mungkin cuma DediServe yang menawarkan lokasi Jakarta dengan harga terjangkau. Selengkapnya: Lokasi VPS terbaik.

Pakai panel atau tidak? Masalah ini tergantung anda mau menyelami belajar VPS sedalam apa. Tapi kalau tidak mau repot dan masih ingin dipermudah dengan bantuan administrasi web mirip cPanel maka sebaiknya memang menggunakan software control panel. Ini bisa VestaCP, Kloxo-MR, Virtualmin dan sebagainya. Spesifikasi VPSnya saya sarankan minimal 1GB RAM. Selengkapnya: Control Panel untuk VPS.

Sementara sampai disini dulu, cuma dari ingatan soalnya. Kalau ada yang dirasa kurang lengkap atau ingin bertanya silahkan diajukan lewat komentar. 🙂

Semoga bermanfaat. 😀

Tinggalkan komentar