Mengenal tipe – tipe VPS

Kalau anda sedang mempertimbangkan menyewa sebuah Virtual Private Server maka pasti akan menemukan istilah OpenVZ, KVM, Xen HVM, VMware dan sebagainya. 2 pertama adalah yang paling populer ditawarkan. Bisa dikatakan sebenarnya ini ilmu dasar saat belajar VPS tapi bisa diabaikan kalau masih awal, yang penting punya dulu dan terjun langsung dalam mensettingnya. 🙂

OpenVZ

Paling sering ditemui adalah provider yang menawarkan OpenVZ. Sebenarnya virtualisasi VPS ini tidaklah utuh, masih ada beberapa komponen yang dipakai bersama pada seluruh VPS dalam satu server/node.

Kelebihan OpenVZ:

  • Harganya murah, malah bisa dikatakan termurah untuk spesifikasi yang sama dengan teknologi virtualisasi berbeda.
  • Secara keseluruhan lebih hemat penggunaan memorinya karena ada beberapa komponen yang penggunaannya secara sharing.

Kekurangan OpenVZ:

  • Karena bukan virtualisasi sejati maka tidak bisa diinstall Windows, jangan sampai salah beli jadinya.
  • Data VPS bisa diakses oleh providernya langsung. Ya seperti membuka Windows Explorer kalau anda bingung. Jadi kerahasiaan dan privasi pelanggan adalah masalah kepercayaan saja.
  • Resiko overselling (satu node digunakan untuk hosting VPS lebih dari kapasitas wajarnya) cukup besar karena memang mudah dalam OpenVZ.
  • Tidak kompatibel dengan SELinux, seringkali sudah dalam keadaan nonaktif atau harus dimatikan agar bisa berfungsi normal.

KVM

Sedangkan KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah pilihan utama kalau anda ingin lebih bebas mau difungsikan sebagai apa VPSnya. Kalau yang ini memang adalah teknologi virtualisasi penuh dan tidak ada yang dibagi ke tetangga.

Kelebihan KVM:

  • Kalau anda butuh menginstall Windows maka KVM adalah solusinya.
  • Anda ingin install keluarga sistem operasi *BSD? Sama, juga KVM.
  • Data yang tersimpan dalam VPS tidak bisa diakses langsung oleh providernya. Kalau dirasa kurang aman maka sekalian saja enkripsi seluruh isinya. Setahu saya ini cuma bisa di KVM atau Xen HVM.
  • Resiko oversold tetap ada cuma lebih kecil dan terbatas karena cara settingnya yang tidak semudah OpenVZ.

Kekurangan KVM:

  • Secara harga rata – rata lebih mahal daripada VPS dengan teknologi virtualisasi lain dengan spesifikasi setara. Ini disebabkan tidak mudah menciptakan VPS banyak – banyak dengan batasan dari KVM.
  • Penggunaan RAM yang sedikit lebih besar karena ini virtualisasi penuh, jadi benar – benar mandiri.

Mana jenis VPS yang terbaik?

Kalau anda cuma lihat poin – poin dalam kelebihan dan kekurangan ya pasti unggul KVM. Tapi 90%* kebutuhan VPS bisa dilayani OpenVZ kok.

*Statistik pribadi, dari 11 VPS yang saya punya cuma 2 yang KVM, sisanya OpenVZ. Itupun bukan karena saya sengaja mencari KVM, cuma pas dapat yang spesifikasinya cocok dengan harga yang tidak bisa ditolak. 😀

Masalah oversold keduanya sama – sama bisa, cuma lebih terbatas pada KVM. Sedangkan bagaimana besar bandwidth itu tergantung data center dan ISP yang digunakan saat diakses.

Sedangkan soal kestabilan itu juga dipengaruhi bagaimana si provider mengelola server mereka dan mengatur berapa banyak VPS dalam satu node, kalau ada abuse/penyalahgunaan juga apakah mereka segera mengatasinya.

Kesimpulannya? Sangat relatif dan disarankan mengujicoba dulu sebelum membeli. Atau cari dulu review VPSnya, malah saya sangat sarankan aslinya. Biar tidak membeli kucing dalam karung.

Kok cuma bahas OpenVZ vs KVM?

Karena saya paling tahunya kedua jenis teknologi virtualisasi VPS tersebut. Hehe. 😀 Xen HVM dulu pernah coba tapi cuma sebentar, mirip dengan KVM kemampuannya. Sedangkan milik VMware malah belum pernah menyentuh.

*Catatan, semua informasi diatas berdasarkan ingatan dan pengalaman selama ini. Kalau ada kesalahan silahkan dikoreksi, atau ada pertanyaan bisa dituliskan dalam komentar. 🙂

11 pemikiran pada “Mengenal tipe – tipe VPS

  1. Terima kasih ilmunya mas Chandra, bermanfaat bagi seperti saya masih pemula dengan VPS.

    Salam kenal, saya Subhan. Saya udah berlangganan newsletter nya tapi kok ga ada link konfirmasinya ke email saya. Di folder spam juga gak ada.

    Makasih

    • Halo mas Subhan, salam kenal juga. 🙂 Syukurlah kalau ada manfaatnya. Sama – sama belajar soalnya dan daripada catatan saya nganggur di notepad. 😛

      Memang ga ada konfirmasinya mas karena ini newsletter tipenya bukan double opt-in, tapi mungkin akan saya buat seperti itu supaya yang mendaftar benar – benar menginginkannya. Trims sarannya. 😀

  2. Mas klo menggunakan KVM apakah dari pihak provider masih bisa melihat2 isi data2 yang tersimpan di vps,.. atau hanya pake yg OVZ saja yg bisa dilihat semua isi data dari pihak provider.. tpi jika menggunakan KVM klo kita menggunakan software bajakan apakah dari pihak proveder kita akan tahu ?

    • Hanya OVZ saja mbak yang providernya bisa buka VPSnya seperti buka di Windows Explorer. Kalau KVM tidak bisa.

      Soal software bajakan setahu saya pihak provider tidak secara aktif mengecek diisi atau dipasang apa saja VPSnya, tapi kalau dideteksi atau dapat laporan akan diproses.

  3. trimakasih mas infonya,.. temen saya kan ada yg menggunakan website framework tpi dia taku dari si penyedia hosting itu kena suspend,.. karena utuk tugas besar matakuliahnya harus di onlinekan,.. nah dia tanya ke sya tpi ku jg belum bgitu pham klo menggunakan hosting pastinya dri provder bisa ngelihat data2 yg ada di hosting kecuali dia punya server sendiri… maaf mas ku jarang koment lagi padat bnget tugas besar kuliah..hehehe

    • Ini akhirnya pakai VPS atau shared hosting mbak? Numpang di VPSnya mbak saja kalau ga berat. 😀 Sekalian bagi 2 biaya sewanya. Hehe. 😛

      Santai saja mbak, lebih penting kuliahnya. 🙂

  4. pake shared hosting di idcloud mas, krn katanya CS nya ga mslh dia mau pake nulled atau pke apapun itu selama tidak ketahuan… iya tdinya pake vps punya ku mas tpi punya ku msh rentan dg keamanannya mas

  5. Mas, saya beli vps jenis kvm di dedimonster, tp pas mau saya akses via remote desktop connection kok gagal trus ya? kira2 salah dimananya ya?

    Salam

    • Memangnya terinstall apa mas di KVMnya? Maksud saya sudah ada Windows, Linux atau semacamnya? Yang terpenting, sudah hidup kan servernya?

      Ini pakai Remote Desktop dari Windows ceritanya? Ada pesan errornya kah?

Tinggalkan komentar