Dimana lokasi php.ini?

Salah satu kumpulan software web server yang sering digunakan adalah berjenis LAMP (Linux, Apache, MySQL, dan PHP) karena sudah sangat populer di dunia hosting. Untuk mengatur setting mesin dari PHP maka kita perlu mengedit file php.ini. Masalahnya lokasi file tersebut bisa berbeda – beda tergantung bagaimana kita menginstallnya dan di sistem operasi apa.

Jadi akan saya tuliskan kemungkinan dimana saja lokasi file php.ini didalam server anda:

  • /etc/php.ini
  • /etc/php5/apache2/php.ini
  • /etc/php5/cli/php.ini
  • /usr/local/lib/php.ini
  • C:\xampp\php\php.ini untuk XAMPP (Windows)
  • C:\wamp\bin\apache\Apache2.4.4\bin\php.ini untuk WAMP (Windows), yang di lokasi Apache untuk website sedangkan di folder PHP untuk versi command promptnya.

Bagaimana kalau anda tidak menemukan php.ini pada salah satu lokasi diatas? Selama memang ada aplikasi PHP yang terinstall dalam VPS anda maka bisa menjalankan perintah php yang difilter dengan grep:

php -i | grep 'php.ini'

Hasilnya akan sebagai berikut:

Configuration File (php.ini) Path => /etc/php5/cli
Loaded Configuration File => /etc/php5/cli/php.ini

Tapi ini hanya akan berhasil kalau nama file konfigurasi PHP masih tetap php.ini. Iya, memang bisa menggunakan nama dan ekstensi lain kalau mau.

Bagaimana solusinya? Silahkan gunakan perintah yang masih mirip tapi beda parameter:

php --ini

Dan balasannya adalah informasi berikut:

Configuration File (php.ini) Path: /etc/php5/cli
Loaded Configuration File:         /etc/php5/cli/php.ini
Scan for additional .ini files in: /etc/php5/cli/conf.d
Additional .ini files parsed:      /etc/php5/cli/conf.d/10-pdo.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-curl.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-gd.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-intl.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-mcrypt.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-mysql.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-mysqli.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-pdo_mysql.ini,
/etc/php5/cli/conf.d/20-pspell.ini

Silahkan perhatikan pada baris kedua (Loaded Configuration File) akan berisi lokasi file konfigurasi PHP dalam server anda yang aktif digunakan oleh PHP. Dan nama filenya memang bisa bukan php.ini, jadi kalau menggunakan metode akan lebih akurat.

Untuk sistem operasi Linux walau distronya berbeda seperti CentOS, Debian, Ubuntu, atau ArchLinux tetap sama saja kok caranya.

Semoga membantu. 🙂

Tinggalkan komentar