Panduan

Cara download file menggunakan wget dan curl

Halo, kali ini saya membagikan tips singkat saja kalau ingin mendownload suatu file tapi dalam VPS Linux. Kalau contoh kasusnya dari saya pribadi kebetulan ingin migrasi situs WordPress, jadi backupnya daripada saya unduh ke laptop terus upload ke servernya, kalau kecil ukurannya sih oke lah. Tapi kalau hampir 1 GB ya bisa lama, apalagi ISP di Indonesia tercinta kecepatan uploadnya biasa jauh lebih kecil daripada download. 😀

Nah pada Linux sendiri biasanya sering digunakan antara 2 aplikasi. Yakni wget dan curl, untuk penggunaan sederhana seperti mengunduh file langsung praktisnya sama saja, tinggal suka yang mana.

Sekarang anggap kita ingin download file bernama backup_wp.zip dari domain website example.com. Jadi URL lengkapnya https://example.com/backup_wp.zip. Penting diingat bahwa filenya harus bisa diakses dari luar/publik dan bersifat direct ke filenya sangat dianjurkan.

wget https://example.com/backup_wp.zip

Tampilannya akan seperti berikut

--2020-11-26 00:46:04--  https://example.com/backup_wp.zip
Resolving example.com (example.com)... 104.28.9.47, 104.28.8.47, 172.67.130.234, ...
Connecting to example.com (example.com)|104.28.9.47|:443... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 300453182 (287M) [application/zip]
Saving to: ‘backup_wp.zip’

backup_wp.zip 100%[======================================================================>] 286.53M  12.1MB/s    in 26s

2020-11-26 00:46:30 (11.1 MB/s) - ‘backup_wp.zip’ saved [300453182/300453182]

Nanti dalam direktori sesi SSH aktif anda akan otomatis mendownload dan disimpan dengan nama file yang sama dengan sumber.

curl -O https://example.com/backup_wp.zip

Akan muncul progress seperti dibawah

  % Total    % Received % Xferd  Average Speed   Time    Time     Time  Current
                                 Dload  Upload   Total   Spent    Left  Speed
100  111M  100  111M    0     0  10.0M      0  0:00:11  0:00:11 --:--:-- 11.7M

Sedangkan curl penggunaannya sama saja, tapi ditambahkan parameter -O supaya nama file yang disimpan dalam direktori mengikuti file asalnya.

Yup, semudah itu. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *