Review Vultr: Cloud server hemat dengan performa lebih baik

Setelah lebih dari 2 tahun lalu membuat akun di Vultr tapi gagal dipakai karena PayPalnya harus tersambung kartu kredit. Akhirnya kesampaian juga mencicipi kemampuan VPSnya. 😀 Istilah mereka Cloud Server yang sistemnya serupa dengan DigitalOcean dan Linode, jadi mestinya sudah cukup familiar. Yang saya lebih penasaran adalah performanya, karena secara spesifikasi diatas kertas lebih unggul daripada DigitalOcean untuk harga yang setara. 😀

Read more

Sinkronisasi waktu Linux yang akurat

Saya punya kasus unik soal zona waktu di Linux, jadi walaupun sudah setting secara manual ke Asia/Jakarta tapi waktu dicek waktunya kok tetap saja (kalau dihitung) beda 2 jam lebih lambat. Mungkin mabuk atau ada salah informasi pakai sebelahnya WITA? Saya kurang tahu dan karena kerjaannya sebagai web server tidak perlu waktu yang presisi asalkan bekerja normal ya bukan masalah yang besar. Cuma mengganggu saja kalau ga cocok.

Read more

Biasakan tes dulu konfigurasi Nginx sebelum diterapkan

Ada satu kebiasaan yang “terpaksa” saya kuasai dalam perjalanan belajar setting VPS, terutama untuk Nginx. Dulu awalnya setiap ketemu potongan kode yang katanya terbaik untuk performa Nginx (apapun itu, walaupun saya juga ga ngerti) langsung saya coba di live server. Jadi ya memang ada websitenya dan aktif, pikiran saya kodenya pasti aman karena yang ngeshare sudah ahli dan tahu darimana kalau sukses apabila tidak ada situs yang diujicoba? Ya… kesalahan besar, bikin begadang iya. 😀

Read more

Membuat Nginx FastCGI Cache mengabaikan query string

Ini melanjutkan tutorial lama saya soal Nginx FastCGI Cache yang bisa sangat meringankan beban kerja VPS dan mempercepat akses websitenya juga. Secara keseluruhan kerjanya bagus tapi agak rewel dalam urusan cookie dan sesi pengunjung, sering tidak dikenali jadi susah buat login atau logout akun apabila ada. Tapi kalau konten anda bersifat statis dan tidak berharap adanya interaksi pengunjung selain membaca maka ini solusi yang pas.

Read more

Membuat Custom Nameserver pada Hurricane Electric

Saya pernah membahas cara membuat nameserver dengan nama sendiri di DigitalOcean. Populernya disebut Vanity/Branded/Custom Nameserver. Intinya apabila berhasil maka anda bisa menggunakan (misal) ns1.servernesia.com dan ns2.servernesia.com. Dari komentar yang masuk saya terinspirasi untuk membuatkan tutorial layanan alternatifnya kalau tidak bisa pakai nameservernya DO. Ya, kali ini yang dipakai adalah Hurricane Electric Hosted DNS yang bisa digunakan secara gratis.

Read more