Melanjutkan pembahasan saya sebelumnya mengenai OpenLiteSpeed, mulai dari proses instalasi stack lengkapnya hingga hosting satu website kedalamnya. Sekarang kasusnya adalah bagaimana kalau ingin menghosting situs lain atau tambahan kedalamnya? Ya ternyata tidak semudah kelihatannya. 🙂 Dan saya sendiri sempat gagal berkali – kali walau setelah berhasil ternyata mudah. Haha. 😀

Saya contohkan saat saya ingin menginstall forum menggunakan XenForo untuk blog ini. Silahkan bergabung kalau berkenan. 🙂 Langkah paling pertama adalah mengatur A record dari nama domain anda mengarah ke alamat IP servernya. Saya yakin untuk tahap ini anda sudah paham.

Baru kita masuk ke tahap selanjutnya yakni membuat lokasi dimana file – file untuk virtual host OpenLiteSpeed akan disimpan. Saya sarankan diletakkan pada /usr/local/lsws/ dan beri nama sesuai dengan nama websitenya supaya tidak bingung.

cd /usr/local/lsws
mkdir forum

Tentu saja direktori forum adalah contoh, silahkan gantikan dengan nama domain yang anda miliki.

Kemudian didalamnya buat 3 folder berikut:

cd /forum
mkdir conf
mkdir html
mkdir logs

Pastikan kita setel bahwa direktori conf dimiliki oleh lsadm supaya bisa diedit oleh LiteSpeed WebAdmin Console:

chown lsadm:lsadm /usr/local/lsws/forum/conf

Juga agar direktori – direktori lain bisa diedit oleh OpenLiteSpeed dan PHP:

chown nobody:nogroup /usr/local/lsws/forum/html
chown nobody:nogroup /usr/local/lsws/forum/logs

Nah… kita masuk ke panel administrasi OpenLiteSpeed dan kemudian pilih Configuration > Virtual Hosts. Klik Add didalam daftar yang muncul.
LiteSpeed WebAdmin Console - Virtual Host Settings

Tahap konfigurasi virtual host bisa dikatakan agak membingungkan karena kita belum tahu harusnya diisi apa, ini saya berikan apa yang saya isikan didalamnya:

  • Virtual Host Name – Nama Virtual Host. Saya berikan nama domain lengkap supaya langsung tahu ini settingnya apa.
  • Virtual Host Root – Direktori virtual hostnya. Kalau anda mengikuti persis maka gunakan variable $SERVER_ROOT ditambahkan nama foldernya. Misal: $SERVER_ROOT/forum/.
  • Config File – Lokasi file konfigurasi virtual host OpenLiteSpeed nanti disimpan. Sesuaikan dengan lokasi virtual hostnya ya. Misal: $SERVER_ROOT/forum/conf/vhconf.xml. Buat filenya kalau belum ada.
  • Enable Scripts/ExtApps – Buat jadi Yes. Ini supaya PHP bisa digunakan.
  • Restrained – Ganti Yes juga. Sedangkan ini membatasi agar cuma bisa mengakses yang ada dalam virtual hostnya sendiri.
  • Smart Keep-Alive – Aktifkan. Nanti OpenLiteSpeed sendiri yang akan menentukan berapa lama Keep-Alive terbaik.

Sisanya bisa dibiarkan nilai defaultnya dan klik Save.

Kemudian kembali lagi ke halaman virtual host dan klik yang baru anda buat. Pindahkan ke bagian General dan atur lebih lanjut.
LiteSpeed WebAdmin Console - Virtual Host General Settings

Disini anda bisa mensetting:

  • Document Root – Arahkan ke direktori $VH_ROOT/html/.
  • Index Files – Sesuaikan menjadi index.php, index.html.
  • Enable Expires – Ubah menjadi Yes. Ini supaya file statis ada masa berlakunya.

Selanjutnya kita perlu menyetel Listeners. Didalamnya akan tampak pada port berapa saja OpenLiteSpeed aktif mendengarkan. Sekarang kita ingin agar websitenya dilayankan lewat HTTP, berarti port 80. Kalau anda ingin HTTPS maka di port 443, tapi ini anda lakukan belakangan saja karena settingnya lebih panjang.
LiteSpeed WebAdmin Console - Virtual Host Mappings

Klik saja pada View/Edit dan kemudian klik Add untuk menambahkan Virtual Host Mappings dari nama virtual host ke nama domainnya. Klik Save dan selesai sudah urusannya. Setelah itu klik Graceful Restart. Seharusnya kalau dalam direktori virtual hosts sudah ada isinya maka akan muncul saat anda buka dalam browser.

Semoga bermanfaat. 🙂

*Saya masih menggunakan OpenLiteSpeed 1.3.12 sebagai dasar tutorial ini.
**Ini masih setting standar bertujuan hosting website. Log belum saya bahas disini.