Melakukan diagnosa web server bisa dilakukan dengan cara bermacam – macam tapi langkah paling awal bisa dengan mengecek apa isi header HTTP/HTTPS saat diakses. Ya, karena setiap koneksi ke server selain dilayankan konten websitenya juga akan ada informasi pada header HTTPnya.

Tidak perlu kita menggunakan layanan online untuk melihat apa respon dari server anda, dari command line sendiri juga bisa kok. Langsung saja ketikkan perintah curl -I disusul alamat websitenya, misal:

curl -I https://servernesia.com

Nanti akan muncul balasan mirip seperti ini:

HTTP/1.1 200 OK
X-Powered-By: PHP/5.6.11
X-Pingback: https://servernesia.com/xmlrpc.php
Content-Type: text/html; charset=UTF-8
Date: Fri, 28 Aug 2015 23:48:32 GMT
Server: LiteSpeed
Connection: close
Set-Cookie: visid_incap_555580=jrylVF+7R+eNTAnuaiNtuVDz4FUAAAAAQUIPAAAAAAARkxTyxDfztt66nDyaBoMz; expires=Sun, 27 Aug 2017 14:18:58 GMT; path=/; Domain=.servernesia.com
Set-Cookie: incap_ses_210_555580=K1EVXpazLj6HGst2+hHqAlDz4FUAAAAAb1kqXYv01LNQbFgYq0BIDA==; path=/; Domain=.servernesia.com
X-Iinfo: 10-29269871-29269872 NNNN CT(47 -1 0) RT(1440805712234 3) q(0 0 0 -1) r(4 4) U6
X-CDN: Incapsula

Jadi minimal anda akan tahu apa software web servernya, versi PHP yang digunakan, kapan terakhir dimodifikasi, ada di cache atau tidak, dan sebagainya.

Akhir – akhir ini saya secara intensif memperhatikan apa balasan response header karena masalah CORS (Cross-origin resource sharing) dengan CDN (Content Delivery Network) sehingga font dan gambar di website gagal dimuat karena lokasinya berbeda domain.

Saya mengujinya dengan cek header HTTP dari file gambar PNG di blog ini:

curl -I http://cdn.servernesia.com/wp-includes/images/smilies/frownie.png

Yang saya harapkan adalah adanya header Access-Control-Allow-Origin tapi bisa anda lihat dibawah tidaklah ada:

HTTP/1.1 200 OK
Server: nginx
Date: Fri, 28 Aug 2015 23:59:18 GMT
Content-Type: image/png
Content-Length: 1007
Connection: keep-alive
Last-Modified: Sun, 02 Aug 2015 15:12:39 GMT
Set-Cookie: visid_incap_555580=WE2BeVm7SayOjV0giTwIHdX14FUAAAAAQUIPAAAAAAA8+FIHLlaCN6bl2tZ3SwgV; expires=Sun, 27 Aug 2017 14:18:58 GMT; path=/; Domain=.servernesia.com
Set-Cookie: incap_ses_208_555580=ix7pTrEM6CvG9zunVffiAtX14FUAAAAAc8T1Wc7lDdqWCYlL8Whqbg==; path=/; Domain=.servernesia.com
Set-Cookie: ___utmvmoOuDofa=qPVPUOtePMi; path=/; Max-Age=900
Set-Cookie: ___utmvaoOuDofa=OkcKVmz; path=/; Max-Age=900
Set-Cookie: ___utmvboOuDofa=QZT
 XqhOUalo: Htt; path=/; Max-Age=900
X-Iinfo: 7-23497539-23497540 NVNN CT(41 -1 0) RT(1440806357784 0) q(0 0 1 0) r(1 1)
X-CDN: Incapsula
X-Cache: MISS
X-Storage: 205.251.145.3:8001
X-Edge-IP: 205.251.145.3
X-Edge-Location: Newark, US

Agak bingung juga bagaimana cara mengatasinya di OpenLiteSpeed, tapi setidaknya akhir minggu begini saya ada kesibukan. Semoga saya berhasil. Haha. 😀