Review NAT VPS MyServerPlanet: Murahnya kebangetan tapi tetap bertenaga

Katakan anda sedang mencari VPS yang RAMnya besar tapi murah. Ini masih bisa dicari, tapi yang sulit itu mengetahui kualitas produknya dan providernya. Tapi ada satu tipe VPS yang harganya miring dengan spesifikasi cukup bagus, yaitu NAT VPS. Bedanya cuma satu kok: Kita tidak kebagian dedicated IPv4, hanya IPv6.

Dulu saya pernah punya NAT VPS dari MegaVZ (yang satu grup dengan VirtWire dan sudah tutup) dan sebetulnya tidak ada minat mencoba yang lainnya. Apa daya godaan itu memang berat. Haha. 😀 Melihat tawaran dari MyServerPlanet langsung goyah.

NatVPS 1

  • 10GB disk space
  • 256MB ram (Ask for a double up! we’ll double you for free!)
  • 256mb swap
  • NAT VPS with 40 PORTS
  • 500GB bandwidth
  • /96 IPv6 £2.49/yr

NatVPS 2

  • 20GB disk space
  • 512MB ram (Ask for a double up! we’ll double you for free!)
  • 512MB swap
  • NAT VPS with 40 PORTS + /96 IPv6
  • 1TB bandwidth
  • £3.49/yr

Ada promo Double RAM jadinya saya kepincut dan siap mengorbankan $3.5 setahun untuk mendapatkan VPS 512MB di Perancis. 😛 Proses belanjanya sendiri tidak ribet, malah saya kaget tidak kena MaxMind seperti biasanya. Haha. 😀

Benchmark NAT VPS MyServerPlanet

Langsung saja saya tes bandwidth dan kecepatan I/Onya menggunakan andalan saya si bench.sh:

----------------------------------------------------------------------
CPU model            : Intel(R) Xeon(R) CPU           W3520  @ 2.67GHz
Number of cores      : 1
CPU frequency        : 2666.681 MHz
Total amount of ram  : 1024 MB
Total amount of swap : 0 MB
System uptime        : 1days, 13:49:42
Load average         : 0.00, 0.00, 0.00
OS                   : CentOS 6.6
Arch                 : i686 (32 Bit)
Kernel               : 2.6.32-042stab113.17
----------------------------------------------------------------------
Node Name			IPv4 address		Download Speed
CacheFly			205.234.175.175		9.54MB/s
Linode, Tokyo, JP		106.187.96.148		6.65MB/s
Linode, Singapore, SG		139.162.23.4		2.59MB/s
Linode, London, UK		176.58.107.39		11.8MB/s
Linode, Frankfurt, DE		139.162.130.8		11.9MB/s
Linode, Fremont, CA		50.116.14.9		2.01MB/s
Softlayer, Dallas, TX		173.192.68.18		10.5MB/s
Softlayer, Seattle, WA		67.228.112.250		6.67MB/s
Softlayer, Frankfurt, DE	159.122.69.4		11.8MB/s
Softlayer, Singapore, SG	119.81.28.170		5.19MB/s
Softlayer, HongKong, CN		119.81.130.170		1.87MB/s
----------------------------------------------------------------------
Node Name			IPv6 address		Download Speed
Linode, Atlanta, GA		2600:3c02::4b		6.03MB/s
Linode, Dallas, TX		2600:3c00::4b		5.02MB/s
Linode, Newark, NJ		2600:3c03::4b		5.67MB/s
Linode, Singapore, SG		2400:8901::4b		2.78MB/s
Linode, Tokyo, JP		2400:8900::4b		7.59MB/s
Softlayer, San Jose, CA		2607:f0d0:2601:2a::4	5.06MB/s
Softlayer, Washington, WA	2607:f0d0:3001:78::2	11.3MB/s
Softlayer, Paris, FR		2a03:8180:1301:8::4	57.3MB/s
Softlayer, Singapore, SG	2401:c900:1101:8::2	7.25MB/s
Softlayer, Tokyo, JP		2401:c900:1001:16::4	2.50MB/s
----------------------------------------------------------------------
I/O speed(1st run) : 32.0 MB/s
I/O speed(2nd run) : 724 MB/s
I/O speed(3rd run) : 396 MB/s
Average I/O speed  : 384 MB/s

Dari sini saya agak WTF kaget lha kok memori VPS saya jadi 1GB?* Padahal saya ambil yang 256MB digandakan jadi 512MB. Kembali ke fokus pembicaraan, ternyata bandwidthnya ke Asia termasuk cukup bagus walaupun lokasinya di Perancis. Cocok dibuat web server rasanya karena resourcenya tidak butuh banyak dan intensif. Dan kecepatan I/O cukup tinggi padahal HDD, mungkin pakai SSD-cached kok bisa sebaik itu.

Mari kita lanjutkan ke benchmark performa/CPU memakai UnixBench:

   #    #  #    #  #  #    #          #####   ######  #    #   ####   #    #
   #    #  ##   #  #   #  #           #    #  #       ##   #  #    #  #    #
   #    #  # #  #  #    ##            #####   #####   # #  #  #       ######
   #    #  #  # #  #    ##            #    #  #       #  # #  #       #    #
   #    #  #   ##  #   #  #           #    #  #       #   ##  #    #  #    #
    ####   #    #  #  #    #          #####   ######  #    #   ####   #    #

   Version 5.1.3                      Based on the Byte Magazine Unix Benchmark

   Multi-CPU version                  Version 5 revisions by Ian Smith,
                                      Sunnyvale, CA, USA
   January 13, 2011                   johantheghost at yahoo period com


1 x Dhrystone 2 using register variables  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Double-Precision Whetstone  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Execl Throughput  1 2 3

1 x File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks  1 2 3

1 x File Copy 256 bufsize 500 maxblocks  1 2 3

1 x File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks  1 2 3

1 x Pipe Throughput  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Pipe-based Context Switching  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Process Creation  1 2 3

1 x System Call Overhead  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Shell Scripts (1 concurrent)  1 2 3

1 x Shell Scripts (8 concurrent)  1 2 3

========================================================================
   BYTE UNIX Benchmarks (Version 5.1.3)

   System: msp.servernesia.com: GNU/Linux
   OS: GNU/Linux -- 2.6.32-042stab113.17 -- #1 SMP Wed Feb 10 18:31:00 MSK 2016
   Machine: i686 (i386)
   Language: en_US.utf8 (charmap="UTF-8", collate="UTF-8")
   CPU 0: Intel(R) Xeon(R) CPU W3520 @ 2.67GHz (5333.4 bogomips)
          Hyper-Threading, x86-64, MMX, Physical Address Ext, SYSENTER/SYSEXIT, SYSCALL/SYSRET, Intel virtualization
   21:47:04 up 1 day, 14:08,  1 user,  load average: 0.16, 0.46, 0.28; runlevel 3

------------------------------------------------------------------------
Benchmark Run: Sun Sep 25 2016 21:47:04 - 22:16:09
1 CPU in system; running 1 parallel copy of tests

Dhrystone 2 using register variables       17425006.5 lps   (10.0 s, 7 samples)
Double-Precision Whetstone                     2749.2 MWIPS (10.0 s, 7 samples)
Execl Throughput                               4166.9 lps   (29.6 s, 2 samples)
File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks        542304.0 KBps  (30.0 s, 2 samples)
File Copy 256 bufsize 500 maxblocks          156367.7 KBps  (30.0 s, 2 samples)
File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks       1307445.2 KBps  (30.0 s, 2 samples)
Pipe Throughput                             1180059.2 lps   (10.0 s, 7 samples)
Pipe-based Context Switching                 212660.5 lps   (10.0 s, 7 samples)
Process Creation                              10685.9 lps   (30.0 s, 2 samples)
Shell Scripts (1 concurrent)                   3817.5 lpm   (60.0 s, 2 samples)
Shell Scripts (8 concurrent)                    537.4 lpm   (60.1 s, 2 samples)
System Call Overhead                        1584663.5 lps   (10.0 s, 7 samples)

System Benchmarks Index Values               BASELINE       RESULT    INDEX
Dhrystone 2 using register variables         116700.0   17425006.5   1493.1
Double-Precision Whetstone                       55.0       2749.2    499.9
Execl Throughput                                 43.0       4166.9    969.1
File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks          3960.0     542304.0   1369.5
File Copy 256 bufsize 500 maxblocks            1655.0     156367.7    944.8
File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks          5800.0    1307445.2   2254.2
Pipe Throughput                               12440.0    1180059.2    948.6
Pipe-based Context Switching                   4000.0     212660.5    531.7
Process Creation                                126.0      10685.9    848.1
Shell Scripts (1 concurrent)                     42.4       3817.5    900.4
Shell Scripts (8 concurrent)                      6.0        537.4    895.6
System Call Overhead                          15000.0    1584663.5   1056.4
                                                                   ========
System Benchmarks Index Score                                         978.3

Hasilnya uji performanya… tidak separah yang saya bayangkan. Haha. 😀 Cuma lebih buruk sedikit dibandingkan Droplet 512MB DigitalOcean yang skornya bisa seribuan lebih. Untuk harga 45ribuan pertahun malah ga wajar kalau komplain, yang didapatkan sudah bagus ini. 😉

Kesimpulan

Kalau anda sedang membutuhkan VPS (sangat) murah tapi bertenaga maka bisa mempertimbangkan penawaran dari MyServerPlanet. Dari hasil benchmark tidak mengecewakan sama sekali dan MSP ini sudah memiliki reputasi yang bagus. Karena itu saya berani eksperimen, tapi lebih didorong miringnya harga sih. 😛

Menggunakan NAT VPS itu butuh sedikit pembiasaan karena kita akan mendapatkan shared IPv4 untuk login SSHnya. Apabila ingin digunakan sebagai web hosting harap diingat untuk mengaktifkan reverse proxy di SolusVM atau bisa juga pakai CloudFlare supaya dikonversi otomatis IPv6 ke IPv4. Intinya saya tidak merekomendasikan jenis VPS ini untuk pemula, bisa tambah bingung nantinya.

*Saya sudah melaporkan kesalahan provision spesifikasi VPSnya. Supportnya membalas setiap tiket yang saya buat dalam 1 jam, ini termasuk sangat baik kecepatannya. Tapi sayangnya cuma diberi status on hold sampai sekarang dan belum diproses lagi. Jadi VPS saya masih 1GB RAMnya. Yah… rejeki ga boleh ditolak. 😛

22 pemikiran pada “Review NAT VPS MyServerPlanet: Murahnya kebangetan tapi tetap bertenaga

  1. Asyik Mas Chandra update server murah lagi, kbetulan bngt mas, ku pengen ganti server lain.. lagi cari2 yang lebih murah…hehehe mas itu yang di atas kvm atau openvz?

    • Haha, kalau NAT VPS itu memang bisa sangat murah mbak. Soalnya harga sewa 1 IPv4 itu bisa separuh harga VPSnya.

      Ini OpenVZ kalau ga salah. Kalau KVM sedikit lebih mahal lagi.

  2. Saya ikut2an nyoba MyServerPlanet mas. Ambil yang VPS-2. Cuma sampai sekarang belum dapat email mengenai detail vpsnya. Sudah 18 jam berlalu sejak order dibayar. Mudah-mudahan segera clear.

    • Loh kok aneh mas Indra? Saya begitu bayar langsung masuk data – datanya. Di panel MSP servicenya masih belum aktif?

      Mungkin karena terlalu banyak peminat juga dan ga dibatasi.

      Sudah buka tiket mas?

      • Saya baru sadar, ternyata status invoicenya cancelled mas. Padahal sudah saya bayar. Ini masih coba menghubungi CSnya belum berhasil.

      • Wah… kok suram gitu ya mas. 🙁

        Ini saya juga ga dapat kabar soal rejeki masalah saya. Yang saya beli 512MB tapi dapatnya 1GB. Mau saya pakai ga jadi karena takutnya sudah disetting semua eh ditarik. Kan repot nantinya.

  3. Murahnya kebangetan ya untuk setahun, kirain sebulan barusan. mantap, patut dicoba juga nih..saingan sama virmach special offer ya.

    Oya, ini maksudnya apa ya? IPs:/96 IPv6 + 1 Shared IPv4

    • Weitss… tahan dulu mas. Ini NAT VPS bukan VPS biasa. Jadi kita ga dapat dedicated IPv4 seperti biasanya, tapi dibagi-bagi dengan VPS lainnya. Yang kita dapat secara dedicated itu IPv6 dan itu blok alamatnya sangat besar untuk /96 dapat 4 milyar (4.294.967.296).

      Fungsi shared IPv4 itu buat login SSH saja mas, nanti kita dapat 20 port acak yang bisa dipakai. Dan ada fitur reverse proxy agar port 80 dan 443 bisa digunakan. Soalnya tidak semua ISP support membuka website yang dihosting pada IPv6.

    • Saya tampung dulu ya mas Verd. Kalau boleh tahu mas pakai distro Linux apa? Perintah – perintah yang dipakai pas instalasinya? Mas pakai port berapa?

      Dan sebelum terlalu jauh. Mas tahu kan kalau IPv4nya itu shared dan kita kebagian cuma 20 port? Juga VNC itu pakai port diatas 5900.

  4. Nice… semenjak virtwire tutup, saya pakai MSP juga untuk belajar, memang sepertinya soal kecepatan masih kalah dari virtwire, pas awal juga ketemu masalah provisioning network, tapi setelah konsul di forum lowenbox dan buka tiket, langsung solve kurang dari 1 jam.
    Saya juga beli paket yg sama, dan memang quota dobel jadi ram 1GB sampai sekarang ga ada masalah.
    Pas saya beli, MSP blom gabung di group LES, dan securitynya lumayan ketat, root akses didisable untuk direct ssh, jadi lewat console dulu, instal sudo, adduser, buka port ssh, baru bisa pake putty. Beda dengan virtwire yang langsung open port + enable root user. Found it the hard way, tapi itu jadi pembelajaran yang bagus.

    • Haha, senasib korban Virtwire ya mas. Saya malah baru saja renew 2 bulan lalu, lenyap dah sisanya. Ini sedang saya ajukan dispute di PayPal, berharap partial refund.

      Mas beli paket yang barusan ini? Agak beda tampaknya karena jauh lebih mudah dan sudah root.

      Tapi setuju banget sewa NAT VPS itu sekarang manfaatnya di ilmu daripada layanannya.

      • saya beli paket yang sama, tapi beberapa hari sebelum MSP gabung ke LES, jadi masih template standar dia yg lama.
        Blom nyoba yg paket baru, karena klo group LES memang lebih mudah, root sudah enable, custom ssh port sudah langsung dibukakan.

        paket virtwire saya malah ada yg renew 1 hari (beberapa jam!) sebelum dia email announce tutup 😀
        ditawarin paket refugee di GestionDBI, ya kebetulan paket kecil, jadi ambil aja paket yg sama, billing period ditambahin sisa di virtwire, jadi abisnya 2 tahun, hehehe

      • Iya, setuju mas. Kalau sudah masuk grup LES ada standar prosedur dan kualiatasnya. Foundernya (Anthony Smith dari Inception Hosting) juga sudah terpercaya.

        Wah…. ga hoki bener mas, hitungan hari langsung tutup. Data-datanya gimana mas? Sempat dibackup? Yang lebih berharga ini soalnya.

        Saya minggat ke BuyVM akhirnya. Hehe.. 😀

    • Ini SSHnya dipakai itu untuk apa mas? Tunneling? Saya belum pernah coba banyak – banyak soalnya. Oh ya, mungkin bukan jadi masalah, tapi yang saya bahas ini NAT VPS yang tidak punya dedicated IPv4/

  5. Mas chandra, biasanya detail2 akun vpsnya dikirim lewat email kan ya kalo order disini?
    kemaren malem coba order, tapi sampe sekarang kok belum dapet email ya,
    padahal vpsnya statusnya udah aktif.
    haha

    • Yup, standar mas. Dikirimkan lewat email semua. Tapi ga bisa akses VPSnya ya? Buka tiket saja mas, minta dikirim ulang email selamat datangnya.

      Lha punya saya beli 512MB dapatnya 1GB RAM, sudah lapor ga diperbaikin. Entah ini rejeki atau gimana. 😀

  6. mas mau tanya nih, setelah saya dapetin IPnya di email berserta kejelasannya,

    NATVPS2

    Shared Extarnal IP: 213.**.53.198
    Internal IP address: 192.***.1.182
    NAT IPV4
    =============================
    You have 40 open ports on the node’s IPV4 address.

    The ports are based on the last octet of your Intarnal IPV4.

    e.g
    10.0.0.1 has the ports: 100-140
    10.0.0.17 has the ports: 1700-1740
    10.0.0.50 has the ports: 5000-5040
    10.0.0.150 has the ports: 15000-15540

    nah saya ingin login ke putty dan setup, tapi kok gagal terus yah masuknya? haha
    newbie bertanya hehe

Tinggalkan komentar