Cara menggunakan AutoMySQLBackup

Saya sudah pernah membahas tutorial proses backup database MySQL dan mengotomatiskannya. Kali ini saya ingin mengenalkan sebuah tool lama untuk backup MySQL juga tapi tinggal pakai saja setelah setting konfigurasinya.

Apa keunggulan AutoMySQLBackup ini? Yang pasti lebih canggih karena bisa rotasi backup, kompresi dan enkripsi, backup secara incremental (cuma selisih antar backup yang disimpan, lebih hemat penggunaan kapasitas VPS), notifikasi email.

Bagaimana cara mendapatkannya? Antara kita download sendiri dari websitenya di sourceforge atau kalau pakai Debian/Ubuntu bisa diinstall lewat repositorynya. Saya pakai Debian 7 untuk tutorial ini.

Langkah pertama sangatlah mudah:

apt-get install automysqlbackup

Selesai sudah installnya. 😀

Semestinya prosesnya sudah akan berjalan. Untuk mengeceknya silahkan cek direktori dibawah:

ls -l /var/lib/automysqlbackup

Seharusnya akan muncul daftar backup yang dibedakan per hari, minggu dan bulan:

total 12
drwxr-xr-x 4 root root 4096 Dec 25 10:48 daily
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Dec 25 10:48 monthly
drwxr-xr-x 4 root root 4096 Dec 25 10:48 weekly

Yang kalau anda buka lagi didalamnya akan berisi nama – nama database yang ada dalam MySQL server anda. Semuanya.

Tapi anda bisa menyetelnya lebih lanjut dengan edit konfigurasinya:

nano /etc/default/automysqlbackup

Yang pasti setting secara defaultnya sudah cukup bagus.

Tinggalkan komentar