Instalasi WordPress pada CentminMod

Berbeda sewaktu saya masih awal menggunakan CentminMod untuk manajemen web hosting pada VPS saya, dulu untuk menambahkan situs didalamnya harus dilakukan secara manual dan ini termasuk CMS seperti WordPress. Tapi untuk versi CentminMod terbaru kita bisa dengan mudah menambahkan WordPress kedalamnya hanya dengan memilih salah satu menunya saja.

Bisa dikatakan ini melanjutkan tutorial instalasi CentmindMod sebelumnya tapi lebih tepat dikatakan untuk mengenalkan fitur yang ada. Kalau sudah disediakan yang mudah ngapain kita repot – repot kan? 🙂

Seperti biasa silahkan eksekusi scriptnya:

./centmin.sh

Nanti akan muncul menu – menu berikut:

--------------------------------------------------------
Centmin Mod 1.2.3-eva2000.08 - http://centminmod.com
--------------------------------------------------------
                   Centmin Mod Menu                   
--------------------------------------------------------
1).  Centmin Install
2).  Add Nginx vhost domain
3).  NSD setup domain name DNS
4).  Nginx Upgrade / Downgrade
5).  PHP Upgrade / Downgrade
6).  XCache Re-install
7).  APC Cache Re-install
8).  XCache Install
9).  APC Cache Install
10). Memcached Server Re-install
11). MariaDB 5.2/5.5 & 10.x Upgrade Sub-Menu
12). Zend OpCache Install/Re-install
13). Install ioping.sh vbtechsupport.com/1239/
14). SELinux disable
15). Install/Reinstall ImagicK PHP Extension
16). Change SSHD Port Number
17). Multi-thread compression: pigz,pbzip2,lbzip2...
18). Suhosin PHP Extension install
19). Install FFMPEG and FFMPEG PHP Extension
20). NSD Re-install
21). Update - Nginx + PHP-FPM + Siege
22). Add WordPress Nginx vhost + WP Super Cache
23). Update Centmin Mod Code Base
24). Exit
--------------------------------------------------------
Enter option [ 1 - 24 ] 22

Ketik angka 22 dan langsung ENTER.

Kemudian isikan nama domain tanpa www, nanti setting virtual hostnya akan otomatis:

-------------------------------------------------------------
Setup full Nginx vhost + WordPress + WP Super Cache
-------------------------------------------------------------

Enter vhost domain name you want to add (without www. prefix): servernesia.com

Create a self-signed SSL certificate Nginx vhost? [y/n]: n

Enter email address for WordPress Installation: [email protected]

Jangan buat sertfikat SSLnya dan jangan lupa isikan alamat email administratornya.

Pastikan sebelum anda melakukan ini nama domain tersebut sudah mengarah ke alamat IP server anda. Maksud saya adalah A record pada DNS hosting domain anda. Kalau tidak dari pengalaman pasti tersangkut (stalling) prosesnya.

Nanti situs WordPress anda sudah terima jadi saja, banyak plugin esensial yang sangat disarankan untuk WordPress sudah ikut diinstall:

26 installed plugins:
  A wp-security-scan                4.0.5
  I addthis-smart-layers            1.0.12
  I akismet                         3.1.7
  A autoptimize                     2.0.0
  I db-cache-reloaded-fix           2.3
  A disable-xml-rpc                 1.0.1
  I go-newrelic                     0.3
  A google-analytics-for-wordpress  5.4.6
  I google-authenticator            0.47
  A gtmetrix-for-wordpress          0.4.1
  I hello                           1.6
  A limit-login-attempts            1.7.1
  A no-longer-in-directory          1.0.47
  A p3-profiler                     1.5.3.9
  I query-monitor                   2.8.1
  A rocket-lazy-load                1.0.4
  I search-regex                    1.4.15
  A sucuri-scanner                  1.7.17
  A tpc-memory-usage                0.9.1
  A updraftplus                     1.11.20
  A wp-optimize                     1.8.9.10
  A wp-super-cache                  1.4.7
  A wp-super-cache-clear-cache-menu 1.3.1
  A wp-updates-notifier             1.4.3
  A wordpress-seo                   3.0.7
  M p3-profiler                    

Legend: A = Active, I = Inactive, M = Must Use
------------------------------------------------------------

Cukup banyak yang diinstall ternyata, saya pas mencobanya cukup kaget aslinya. Tapi anda bisa menonaktifkannya kalau dirasa tidak perlu. Terutama yang diberi simbol M dan A diawal adalah wajib atau sangat disarankan untuk dipakai dalam WordPress, sedangkan I bersifat opsional.

Tapi yang lebih penting adalah yang muncul di akhir proses instalasi, jangan sampai anda lupa mencatatnya karena berisi data mengenai situs WordPress anda:

WordPress domain: servernesia.com
Wordpress DB Name: wp16465db_32735
Wordpress DB User: wpdb32735u14465
Wordpress DB Pass: wpdb7B5n2faBRTrwp12733
Wordpress Admin User ID: 316027
Wordpress Admin User: zQhMbtrk6JmqeXpOlAowp19499
Wordpress Admin Pass: zHcdTXORl93Mwps15331
Wordpress Admin Email: [email protected]

Wordpress wp-login.php password protection info:
wp-login.php protection file /home/nginx/domains/servernesia.com/htpasswd_wplogin
wp-login.php protection Username: uKvGpnH2NSsGSpx5192
wp-login.php protection Password: p3nprh4a0tje4YLhVI8y5192
http://uKvGpnH2NSsGSpx5192:[email protected]/wp-login.php

Resetting wp-login.php protection:
Step 1. remove protection file at /home/nginx/domains/servernesia.com/htpasswd_wplogin
     rm -rf /home/nginx/domains/servernesia.com/htpasswd_wplogin
Step 2. run command:
     /usr/local/nginx/conf/htpasswd.sh create /home/nginx/domains/servernesia.com/htpasswd_wplogin YOURUSERNAME YOURPASSWORD
Step 3. restart Nginx + PHP-FPM services
     nprestart

-------------------------------------------------------------
Current vhost listing at: /usr/local/nginx/conf/conf.d/

                       
Jan 6   19:10   845    ssl.conf
Jan 6   19:10   1.1K   demodomain.com.conf
Jan 6   19:10   1.6K   virtual.conf
Jan 22  07:12   2.0K   servernesia.com.conf

------------------------------------------------------------

Ini termasuk username dan password dari WordPress, database MariaDB, direktori virtual host Nginx, proteksi situs dan masih banyak lagi. Semuanya dibuat secara otomatis, kita tinggal menggunakannya saja.

CentminMod default WordPress website

Selanjutnya silahkan akses website yang baru anda tambahkan tadi, secara default akan menggunakan tema Responsive. Ya… selesai, memang semudah itu dan kita tidak perlu repot – repot untuk menginstall WordPress. Setelah itu tinggal anda pakai seperti biasanya, menambahkan plugin dan tema juga setting – setting lainnya.

6 pemikiran pada “Instalasi WordPress pada CentminMod”

  1. sudah install wordpress dan woocommerce
    pakai 123.09beta01 branch bukan yang stable
    instalasi di console pakai ini

    curl -O https://centminmod.com/betainstaller-latest.sh && chmod 0700 betainstaller-latest.sh && bash betainstaller-latest.sh

    supaya dapat latest build biarpun masih beta

    sekarang masih bingung pakai plugin csv product import (
    Woocommerce CSV importer)
    muncul pop up box Something went wrong. We could not make a connection with the server. Check your permissions and rights the do ajax requests
    ketika import sedang berjalan lalu berhenti tidak bisa import table dari csv file lagi

    mohon dibantu pak chandra

    • Wogh… ngeri pakai yang beta. Haha. 😀 Tapi memang dari pengalaman sebelumnya bisa pakai fitur – fitur terbaru dan sama stabilnya kok. Cuma saya ga nyaman saja pakai beta bila digunakan untuk fase production. 🙂

      Rasanya kok masalah batas waktu eksekusi PHP ya mas. Coba ya mas buat file konfigurasi PHP baru:

      nano /etc/centminmod/php.d/b_customphp.ini

      Ini nilai defaultnya:

      date.timezone = UTC
      max_execution_time = 60
      short_open_tag = On
      realpath_cache_size = 1024k
      realpath_cache_ttl = 14400
      upload_max_filesize = 40M
      memory_limit = 160M
      post_max_size = 40M
      expose_php = Off
      mail.add_x_header = Off
      max_input_nesting_level = 128
      max_input_vars = 2000
      mysqlnd.net_cmd_buffer_size = 16384
      ;always_populate_raw_post_data=-1

      Silahkan anda ganti max_execution_time ke angka yang lebih tinggi, satuannya detik. Mungkin 120 sudah cukup.

      Setelah itu jangan lupa restart PHP-FPM:

      service php-fpm restart
  2. terima kasih settingnya memang plugin woocommerce csv import tidak terlalu cocok kombinasi dengan nginx ,dulu saya waktu masih pakai apache dan cpanel tidak masalah .

    sekarang saya lagi coba utak-atik supaya dapet Perfect WP stack
    bumbu racikannya=
    Nginx + php Opcache + Memcached + Redis Cache as an LRU + MariaDB + Http/2 + Php 7 = “the flash” movie

    • Berhasil teratasi atau belum mas? Memang kadang ada yang tidak cocok dengan Nginx. Seingat saya Yoast WP SEO sendiri ada setting khususnya dan beberapa plugin cache WordPress ada yang perlu disetel lagi.

      Waduh… tambah ngeri saja mas stacknya .Ahaha. 😀 Saya yang harus belajar ke anda kalau gahar gitu hasilnya.

      Mas pakai salah satu saja antara Memcached atau Redis, ini fungsinya sama soalnya. Terus coba pakai PHP 5.6 dulu saja mas, ekstensi PHP 7 untuk Memcached dan Redis belum ada soalnya. Masih diperbaiki terakhir saya cek. Juga takutnya ada tema atau plugin WordPress yang belum support sepenuhnya.

      Kalau berkenan nanti mohon dishare mas langkah – langkahnya. Hehe. 😀

    • Halo mas Richie, lokasi direktori website dalam Centminmod ada disini mas: /home/nginx/domains/nama_domain.tld/public/. Itu mas buka direktori default root makanya tidak ketemu.

Tinggalkan komentar