Menambahkan website di VestaCP

Menginstall VestaCP dalam VPS adalah hal yang bisa dikatakan mudah dan sekarang tentu kita ingin menggunakannya kan? Nah… kita harus menambahkan informasi mengenai website yang ingin dihosting dalam VestaCP dan setelah tinggal mengupload file – filenya juga sedikit setting database MySQL. Selesai. πŸ™‚

Mari kita mulai dengan mengakses control panel dari Vesta yang kita ketahui dari informasi di akhir proses instalasinya. Secara singkat anda bisa membuka halaman loginnya lewat alamat IP server ditambahkan port 8083, misal: 192.168.1.1:8083. Kemudian masukkan username dan password admin yang telah dibuat otomatis sebelumnya. Jangan sampai hilang lho, nanti terpaksa mengulangi instalasinya lagi.

vesta-login

Nanti halaman utama panel kendali Vesta akan muncul. Anda bisa tetap menggunakan akun admin atau saya anjurkan agar membuat user baru, ini lebih aman. Saya ingatkan ini masih menggunakan setting paket hosting default, anda bisa mengubahnya tapi menurut saya tidak perlu kalau cuma digunakan sendirian VPSnya. Nah… silahkan pindahkan ke bagian WEB dan klik icon plus di sebelah kiri, nanti akan muncul teks ADD WEB DOMAIN.

vesta-web-panel

Isikan nama domain anda dan kalau server anda memiliki lebih dari satu public IP bisa dipilih disini. Mungkin anda heran kenapa saya tidak mengaktifkan fitur DNS Support dan Mail Support. Ini memang saya sengaja karena saya lebih percaya kualitas DNS hosting dan Email hosting eksternal. Kalau DNS hosting domain saya sama dengan VPSnya dan ada masalah maka semua situs saya akan down tidak bisa diakses. Sedangkan kalau Email hosting agak bermasalah untuk alamat IP baru, sering dianggap spam kalau belum memiliki reputasi. Ini pendapat pribadi lho ya.

vesta-add-web-domain

Selanjutnya jangan lupa membuat user untuk FTP, jadi klik Advanced Options dan geser ke bagian paling bawah. Anda akan menemukan Additional FTP, beri centang dan isikan apa username dan passwordnya (klik Generate untuk otomatis membuatnya). Pada opsi tingkat lanjut anda bisa mengaktifkan dukungan SSL juga kalau membutuhkan.

vesta-web-additional-ftp

Klik Add untuk menambahkan website tersebut dan selesai sudah. Semestinya anda akan menemukan halaman default VestaCP saat mengakses alamat situsnya. Tapi belum selesai lho prosesnya, kecuali situs anda hanya statis bukan dinamis seperti menggunakan WordPress/Drupal/Joomla dan sebagainya.

Langkah terakhir adalah membuat database MySQL untuk website anda, langsung saja klik menu DB diatas. Anda akan menemukan icon yang sama saat menambahkan domain, klik saja simbol plusnya akan muncul ADD DATABASE. Catatan saja, dari halaman ini anda bisa mengakses phpMyAdmin kalau anda membutuhkan manipulasi database MySQL suatu saat.

vesta-database-panel

Tinggal isikan apa nama databasenya, kemudian username dan kata sandinya. Sisanya biarkan default tidak masalah dan klik ADD untuk menambahkan basis data barunya.

vesta-add-database

Setelah itu tinggal anda upload data – datanya lewat FTP, tampilan defaultnya akan seperti berikut. Saya sedang mengupload file – file untuk instalasi WordPress.

vesta-upload-wordpress-via-ftp

Mengupload file – filenya di direktori public_html ya. Saya juga anjurkan anda menghapus file index.html default VestaCP supaya tidak mengganggu.

Oh ya, kalau anda menggunakan DNS server milik VestaCP sendiri maka perlu mengarahkannya ke nameserver yang anda buat dalam konfigurasi admin. Tapi kalau anda memakai layanan DNS hosting eksternal maka tinggal melakukan pointing nameserver ke alamat IP server anda dengan tipe A Record.

Kalau kurang jelas atau ada pertanyaan silahkan diajukan di komentar, saya akan bantu sebaik mungkin. Semoga bermanfaat. πŸ™‚

25 thoughts on “Menambahkan website di VestaCP

  1. Maaf OOT sedikit mas, saya punya masalah dengan update plugin, hapus plugin juga install theme WordPress mas yang gagal dan selalu minta akun FTP.

    Ceritanya saya migrasi VPS dari VPS A(full cli) ke VPS B(VestaCP) keduanya pakai OS Ubuntu 14.04, sebelumnya sudah saya backup file penting situsnya + database secara manual. Di VPS B(VestaCP) stack yang digunakan Nginx + MariaDB 10.1 + PHP-FPM + VSFTPD. Setting permalink, permission dan hak akses kepemilikan file juga sudah benar.

    Permasalahannya ketika ada plugin yang minta update di admin WordPress ada tampilan minta akun ftp, kemudian akun ftp pun saya tambahkan malah gagal terus mas. Padahal akun ftpnya benar dan saya akses via FileZilla sukses.

    Pertanyaan saya kira-kira apa penyebabnya ya mas, padahal tutorial di Internet sudah saya cari tapi tetap saja tidak berubah. Waktu saya pakai di VPS A sebelumnya dengan konfigurasi full cli malah tidak bermasalah :-D. Dua hari saya pusing gara-gara ini :-D.

    • Loh… tidak apa – apa mas asal masih berhubungan. Lain masalahnya kalau tanya jodoh, ini saya yang tidak bisa membantu. Hehe. πŸ˜€

      Itu saya tebak karena masalah permissions mas. Anda melakukan migrasi file – file berikut database WordPress ke dalam VestaCP secara manual kan? Pas uploadnya bagaimana? Pakai SFTP? Kalau iya berarti seluruh hak aksesnya ikut root kemungkinan.

      Masalahnya… anda pada VestaCP menggunakan user apa? Default admin kah? Kalau begitu eksekusi perintah ini:

      chown -R admin:admin /home/admin/web/

      Kalau user yang anda gunakan lain tinggal gantikan saja kata admin pada perintah diatas.

      Jadi user dan grup Linux yang diharapkan itu bukan www-data, apache atau nginx mas. Memanfaatkan hirarki hak akses sesuai akun yang ada dalam VestaCP.

      Dan kenapa walau sudah membuat akun FTP tetap saja gagal? Sama mas, hak akses user FTP anda kalah tinggi dengan owner file dan direktorinya yang ingin diupdate.

  2. Berhasil hahahaha πŸ˜€ , terima kasih banyak mas Chandra atas jawabannya ternyata betul, salahnya ada pada user dan groupnya πŸ˜€ harusnya ngikutin user si VestaCP. Saya kira pakai user nginx yang www-data.

    Saya backup di VPS A data file situsnya dijadikan zip mas kemudian dieksekusi pakai wget di VPS B, begitupula untuk databasenya. Mencoba irit kuota mas soalnya masih pakai modem biasa yang harus beli paket kalau kuota habis hehe :-D.

    Oh begitu ya mas, ternyata owner punya hak akses yang lebih tinggi untuk eksekusi update plugin ini dibandingkan FTP. Pantas saja diisi akun FTP sama saja gagal tidak pernah berubah udah ganti berulang kali akunnya sampai pusing. Dapat tambahan ilmu lagi tentang Linux dari blog ini dan syukurlah masalah bisa terselesaikan.

    Sekali lagi terima kasih banyak mas Chandra :-).

    • Haha πŸ˜€ Santai mas, saya langsung tahu jawabannya karena dulu juga pernah mengalaminya. Bingung ini masalahnya dimana dan hasil Google waktu itu tidak spesifik ke Vesta, jadi banyak salahnya saat dicoba.

      Oh ya mas, ini WordPress kan? Install plugin UpdraftPlus mas. Kemudian aktifkan sinkronisasi dengan DropBox, ini selain otomatis backup website anda setiap hari juga kalau pindah tempat hosting anda tinggal klik – klik saja. Tidak perlu upload semuanya, nanti didownload oleh web servernya. Lebih hemat lagi kuota datanya. πŸ™‚

  3. minta bantuannya mas,
    saya bikin situs di localhost menggunakan lampp >> apache
    dan berhasil dengan lancar, saya ingin install di server, menggunakan webhost vestacp yang pake nginx, saya coba install ternyata tidak bisa dan tidak muncul, sepertinya index.php nya ga jalan,

    saya cari cari ternyata banyak artikel yang menceritakan bahwa nginx ga masukin index.php dalam configurationnya, jadi harus di set manual, artikel2 tersebut menulis lokasinya di /etc/nginx/default atau /etc/nginx/lupa_lupa/default

    setelah saya cari ternyata direktori yang ditunjuk dalam artikel artikel tersebut tidak ada.
    berikut adalah direktori /etc/nginx saya
    conf.d koi-utf mime.types scgi_params win-utf
    fastcgi_params koi-win nginx.conf uwsgi_params

    mohon bantuannya mas, terimakasih.

    • Halo Sesil, saya antara paham tidak paham kasus anda. πŸ™‚ Singkatnya sih, anda sebenarnya tidak perlu bingung mensetting index.php karena sudah secara default benar konfigurasinya dalam Vesta. Kecuali anda menginstall stack LEMP secara manual, memang perlu kita tambahkan pengenalan file PHP ini akan diproses oleh apa.

      Anda menginstall sendiri mbak VestaCPnya? Kalau boleh tahu anda menggunakan perintah yang mana ya? Oh ya, memangnya muncul apa mbak pas dijalankan situs anda dalam Vesta?

  4. Halo mas, Saya mau tanya bagaimana ya cara membuat private nameserver untuk domain kita sendiri? misal ns1.domain.com dan ns2.domain.com

    Jadi, ketika ingin mengaturservername di panel domainnya, kita tidak perlu lagi menggunakan ns1.digitalocean.com

    Saya sudah coba memasukan nya melalui private nameserver (rumahweb). Nah, tapi ketika saya ping ns1.domain.com, tidak ada respon.

    Terima kasih,

    • Halo Niko, maaf telat balasnya mas. Kesibukan kerja dan baru ngurus malware di VPS. πŸ™‚

      Jadi mas mau buat Nameserver sendiri ya? Mas punya / siap berapa VPS? Minimal 1 yang pasti. Nanti setting BIND juga.

      Tapi yang mas inginkan itu sebenarnya bisa dilakukan tanpa perlu hosting nameserver sendiri, pakai layanan pihak ketiga bisa dan setahu saya DigitalOcean juga mendukungnya.

      • setting bind nya manual ya mas lewat command line? Sebenarnya saya sudah coba berhasil, tapi masih memanfaatkan cloudflare sih hehehe πŸ™‚

      • Eh berarti saya masih salah mas πŸ˜€

        Jadi, saya cuma pake A record saja mas. Loh berarti memang saya yang belum paham ini mas hehehe.

        Jadi, gambarannya gini mas, saya punya domain.com dan vps (10.10.10.10), nah domain tersebut saya arahkan ke ns1.nameserver.com & ns2.nameserver.com. Kemudian domain.com saya ini saya integrasiin ke cloudflare. Nah, di cloudflare ini saya buat A record untuk ns1.domain.com dan ns2.domain.com dipointing ke IP 10.10.10.10

        Kemudian saya coba nameserver tersebut ke domain lain, sebut saja domain.xyz. Jadi, di dns manage domain.xyz, saya set nameservernya ns1.domain.com dan ns2.domain.com

        Menurut mas Chandra gimana itu mas? apa masih belum ya?

      • Aseli mas,, saya nullis nya waktu bangun tidur itu :p hahaha
        Btw, thanks mas atas artikel yang dibuatnya πŸ™‚

  5. mas sy sudah bisa berkat artikel2 mas Chandra. bisa gak 1 vps di pake untuk bbrp web? seperti add on gitu klo di sharehostingg? saya cari2 disini kog gak nemu.
    maksih

    • Loh bisa mas Ahmad, tinggal ulangi lagi proses menambahkan website diatas. Bukan addon kalau di VestaCP tapi sama seperti biasa prosesnya.

      • iy nih mas baru 3 hari saya sudah reinstall OS 9x..wkkwkw

        tp ya itu kadang pengen nyerah aja bljar vps unmanaged -___-”

        ternyata memang susah dan sangat ribetttttt! πŸ˜€

        hatur tengkyu

      • Haha… dulu pertama kali saya belajar VPS ga sebanyak itu mas install ulangnya. Tapi karena 3 hari gagal dan mata sudah merah begadang akhirnya jengkel sendiri. Baru saya lanjutkan sebulan kemudian setelah pikiran tenang. πŸ™‚

        Wajar kok mas ga selancar itu awalnya, malah dari kegagalan itu jadi ingat dan paham cara setting VPS.

  6. artikelnya bagus, jujur saya bukan orang IT jadi ga terlalu paham hehe

    oia gimana cara buat email dengan domain yang pake vesta ini ya?
    karena saya cari tutorial pembuatan email dgn domain sendiri semuanya pakai cpanel,
    saya buat emailnya di google tapi stuck di upload HTML verification file nya

    mohon pencerahan,
    jawabannya akan sangat membantu
    terima kasih

    • Halo mas Dimas, ini mas sudah ada instalasi VestaCPnya? Baca komentarnya mas malah belum ya? Cuma ada domainnya saja?

      Paling mudah itu pakai email hosting, dan Google Apps yang mau mas pakai memang sudah tidak ada versi gratisnya. Saya sarankan pakai Zoho atau Inbox.eu saja kalau cari yang gratisan.

      Secara umum nanti sama prosedurnya:

      1. Verifikasi kepemilikan nama domain. Paling gampang pakai DNS record metodenya.
      2. Tambahkan MX Record untuk email hostingnya.
      3. Kadang perlu SPF dan DKIM, tapi ini paling belakang saja.

      Saya belum ada tutorial untuk email hosting dengan custom domain ini mas sayangnya.

  7. Bang candra sy keluar masalah ‘This site can’t be reached’ sy sudah ikuti step by step
    masalahnya dimana ya? ini web kedua sy, yang pertama bisa jalan dngn baik

Leave a Comment