Kadang kita ingin memanfaatkan VPS sebagai mail server. Tidak ada yang salah dan caranya sendiri tidaklah sulit. Tapi yang bikin geleng – geleng itu kita bisa menerima email tapi saat sebaliknya mengirimkan surat elektronik tidak muncul – muncul pada alamat tujuan atau kalaupun bisa malah masuk SPAM. Repot kan?

Diantara semua jenis hosting layanan online maka Mail Server dan DNS server adalah yang paling enggan saya urus sendiri, hampir pasti saya selalu menggunakan layanan pihak ketiga. Yang gratis tentunya. 😀

Alasannya? Karena repot mensettingnya dan mengelolanya. Itupun bila sudah kita taati belum tentu bekerja 100%, kadang masih bermasalah dengan Gmail, Yahoo, Outlook dan semacamnya.

Nah… disini saya akan memberitahukan apa sih yang diharapkan pada sebuah Mail Server agar email yang dikirimkan dianggap valid. Jadi memang tidak asal install control panel seperti VestaCP dan menggunakan email hostingnya.

  • Alamat IP server harus bersih
    Ya, yang pertama adalah alamat IPv4 dari Virtual Private Server harus bersih reputasinya, jangan sampai pernah digunakan untuk kegiatan email massal/spam. Ini bisa anda cek pada layanan Blacklist. Bisa RBL, DNSBL, SBL dan BL – BL lainnya. Yang pasti bukan BukaLapak. 😛
  • Usia alamat IP server juga faktor
    Ternyata anda cek bersih dari dosa alamat IPnya? Tidak semudah itu juga. Berapa lama alamat IP tersebut aktif dan tidak bermasalah akan berpengaruh. Berapa lama? Hanya mail server tujuan yang tahu.
  • Alamat IP harus mengarah ke hostname dan sebaliknya
    Jadi ini bukan cuma setting A record dari mail.servernesia.com ke alamat IP 192.168.3.70 tapi juga setting rDNS (reverse DNS)/PTR Record dari alamat IP tadi ke hostnamenya. Ini sebagai bukti memang alamat IP tersebut berisi nama domain yang digunakan mengirimkan email.
  • Hostname akan diharapkan menggunakan nama domain lengkap
    Berhubungan dengan poin diatas maka hostname dari Virtual Private Server akan diharapkan menggunakan nama domain yang lengkap dan valid. Contohnya mail.servernesia.com.
  • Validasi pengirim email
    Salah satu hal yang wajib ada dalam DNS record pada nama domain yang digunakan adalah adanya SPF (Sender Policy Framework). Fungsinya memberikan informasi bahwa mail server tersebut memang memiliki hak akses untuk mengirimkan email menggunakan domainnya. Ini dibuat dengan menciptakan TXT record.
  • Identifikasi pengirim email
    Satunya lagi adalah DKIM (DomainKeys Identified Email) dimana dengan kriptografi akan diperiksa apakah domain memiliki otorisasi mengirimkan email. Untuk mencegah spoofing. Ini diciptakan dalam DNS record juga.

Jadi jangan heran kalau anda hanya install dan kemudian ingin mengirimkan email kok tidak berhasil juga. Karena memang ada beberapa hal yang harus disetting dan dipastikan dulu. Hal yang saya bahas diatas adalah secara umum dan berdasarkan pengalaman sebelumnya konfigurasi mail server.

Semoga bermanfaat dan saya juga menerima koreksi. 😀