Apa itu VPS?

Ada satu pertanyaan masuk lewat email yang menurut saya cukup luas jawabannya yaitu “Bagaimana cara menggunakan VPS?” dan “Apa itu VPS?”. Ya, sempat bingung juga ini maksudnya apa atau bisa dispesifikkan ingin dibuat apa VPS akan sangat memperjelas arah diskusinya. 🙂 Tapi memang tidak salah juga kalau yang tanya mungkin masih pemula jadi ingin tahu secara umum mengenai Virtual Private Server manfaatnya apa saja dan caranya.

Saya dulu sewaktu masih awam juga kurang lebih sama gapteknya, apalagi cuma ada bahasa Inggris tutorialnya. 😀 Yah karena itu juga dan mumpung sekarang liburan saya buatkan FAQ mini mengenai VPS. 🙂

Apa itu VPS?

Kita mulai dari definisi istilah VPS yaitu Virtual Private Server, kalau diartikan maksudnya adalah pelayan (server) pribadi secara maya (virtual). Ini hubungannya dengan dedicated server yang kita sebenernya menyewa mesin aslinya pada suatu data center, dan harganya cukup mahal. Sedangkan VPS ini merupakan solusi murah karena kebutuhan kita belum tentu membutuhkan kemampuan penuh sebuah server terdedikasi. Jadi bisa dikatakan win-win solution, kita mampu memanfaatkan sebuah server secara bebas dalam batas tapi biayanya terjangkau.

Secara nyatanya VPS ini sebenarnya dedicated server yang dibagi – bagi resourcenya menjadi lebih kecil.

Apa saja yang didapatkan dalam VPS?

Secara umum kita akan bisa mendapatkan dan menggunakan: CPU, RAM, HDD/SSD, IPv4 atau IPv6, Bandwidth, kecepatan port network, dan kadang yang menambahkan fitur backup otomatis beserta fitur – fitur lainnya. Sangat tergantung provider VPS anda.

Posisi menentukan prestasi

Walau kita bebas membeli VPS dari lokasi geografis atau negara mana saja tapi tidak semuanya memiliki kecepatan yang sama kalau diakses dari Indonesia. Patokan pribadi saya kalau beli di posisi Amerika Serikat prioritasnya adalah Los Angeles dan di Asia pilihannya adalah Singapura. Yang pasti harap diuji dulu konektivitas internetnya, mulai berapa nilai respon pingnya (200ms kebawah sudah cukup bagus), dan tes bandwidth. Coba cari Looking Glass dari penyedianya untuk mempermudah pengujian.

Selengkapnya: Dimana lokasi server terbaik dari Indonesia?

IIX atau Indonesia bagaimana?

Terus terang saya sampai saat ini belum pernah menyewa VPS pada lokasi Indonesia (IIX: Indonesia Internet eXchange) karena harganya masih lebih mahal dibandingkan Singapura untuk spesifikasi yang setara. Konektivitasnya sendiri belum tentu lebih baik daripada yang di regional US, EU atau ASIA. Ini saya bandingkan dulu sewaktu masih menggunakan shared hosting di IIX dan VPS milik teman yang berada pada data center di Jakarta. Mungkin saya kurang hoki saja tapi sementara belum ingin mencoba lagi.

Kapan kita membutuhkan VPS?

Bisa dikatakan jawabannya adalah relatif. Kadang saat website kita jadi korban kepopulerannya sendiri dan shared hosting sudah tidak mengatasi maka antara kita mengupgrade ke paket hosting yang lebih mampu atau sekalian berpindah ke VPS. Ini kasus saya dulu. Tapi tidak melulu digunakan untuk web hosting, kadang dimanfaatkan untuk VPN, software perusahaan agar bisa digunakan dari mana saja dan masih banyak lagi.

Apa saja fungsi dan kegunaan VPS?

Banyak, tergantung anda butuh apa dan kreativitas anda. 😀 Tapi keseluruhan paling populer digunakan untuk:

  • Web Hosting / Web Server.
  • VPN (Virtual Private Network).
  • Proxy Server.
  • Mail Hosting / Mail Server.
  • Torrent Downloader.
  • Konversi/Encoding Video.
  • Valuta Asing/Forex.
  • Backup data.
  • Tunneling.
  • Bitcoin mining dan jenis lainnya.

Tapi yang terpenting sebelum anda benar – benar membayar dan memakai VPS tersebut harap dicek dulu syarat dan ketentuan layanan dari providernya. Istilah Inggrisnya adalah TOS (Term of Service). Kadang ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan: Pornografi, Bitcoin, Encoding Video dan sebagainya. Ini kalau dilanggar anda akan langsung disuspend tanpa ampun lagi.

Selengkapnya: Kenapa VPS saya disuspend?

Bagaimana cara menggunakan VPS?

Nah… ini fokus FAQnya. 🙂 Untuk mengendalikan VPS yang baru kita sewa maka membutuhkan sebuah program SSH (Secured Shell), yang nantinya kita mengisikan alamat IP server, apa usernamenya (umumnya adalah root), dan password untuk login. Sudah itu saja.
kitty-session

Beberapa program di Windows yang bisa anda pakai adalah PuTTY atau forknya KiTTY, MobaXterm, Xshell, Bitvise dan masih banyak lagi.

Selengkapnya: Menggunakan SSH di Windows

Nanti sudah pakai SSH terus ngapain?

Ini yang repot. Haha. 😀 Kalau anda sudah berhasil masuk kedalam VPS kan tidak ada tampilan apa – apa kecuali teks, ya mirip command prompt lah. Ini sebenarnya sedang menunggu anda mengetikkan perintah dan mengeksekusinya. Jadi kalau anda biarkan saja ya tidak ngapa – ngapain. Hehe. 🙂
kitty-ssh-connected

Maka dari itu tentukan dulu anda mau buat apa VPSnya. Web server kah? Proxy kah? Dan kemudian cari tutorialnya di Google bagaimana cara install anu atau bagaimana setting anu. Bisa juga anda tanyakan lewat komentar dan akan saya bantu sebaik mungkin. 😉

Kalau Cloud itu apa?

Ini istilah yang sedang ngetren sekarang. Semuanya serba cloud atau teknologi awan. Kalau dari pemahaman saya dan menggunakannya sebenarnya yang ditawarkan adalah skalabilitas dibandingkan VPS biasa. Misal anda sedang menggunakan VPS dengan 1 vCPU+RAM 512MB dan ternyata kurang maka bisa dengan mudah diupgrade. Cukup satu klik akan diatur ulang spesifikasinya. Sebaliknya pun bisa, ternyata spesifikasinya terlalu hebat dan berlebihan untuk kebutuhan anda sekarang, maka tinggal di downgrade saja.

digitalocean-droplet-hostname-size

Yang berada di bidang ini adalah Digital Ocean, Vultr dan semestinya masih ada lagi.

Ada rekomendasi VPS?

Kurang lebih saat ini saya memiliki beberapa VPS dari penyedia yang berbeda, tidak banyak kok belum sampai 10 ternyata. Tapi tidak semuanya memiliki performa yang sama dan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuannya nanti. Yang pasti saya percaya untuk menjalankan layanan yang profesional dan bisa diandalkan. Bahasa kerennya yang terkini: Production Server. Kalau anda ingin tahu pendapat pribadi saya:

Selengkapnya: https://servernesia.com/875/rekomendasi-vps-terbaik/

Rekomendasi VPS provider saya juga bukan hanya dinilai dari spesifikasi, performa dan harganya. Pengalaman faktor utamanya dan juga yang lebih penting adalah kualitas supportnya dan mau memahami bahasa Inggris saya yang belepotan pas tanya – tanya. 😛

Selengkapnya bisa anda baca – baca review VPS yang pernah saya gunakan pada halaman Review.

Penutup

Untuk sementara sampai disini dulu, cuma terpikirkan beberapa poin diatas saat ini. Akan saya update secara berkala. Semisal kurang jelas, ada pertanyaan atau malah dikoreksi sangat dipersilahkan untuk disampaikan lewat komentar. 🙂

Terimakasih telah membaca sejauh ini dan semoga bermanfaat. 😀

Satu pemikiran pada “Apa itu VPS?

Tinggalkan komentar