Review VirMach: VPS murah yang bisa diandalkan

Ternyata bulan Desember kemarin VirMach memberikan promosi VPS yang sulit ditolak dan VPS baru saya bertambah 2 tahun kemarin selain dari Host Dark juga. Juga merupakan satu – satunya yang menggunakan KVM, sisanya OpenVZ semua. Nama VirMach sendiri memiliki reputasi yang cukup bagus jadi saya tidak ragu saat belanjanya, cuma belum tahu juga bagaimana performa Virtual Private Server yang ditawarkan. Karena itu saya bahas dalam review. 🙂

Jadi yang saya beli dari VirMach adalah Special Offer yang jumlah VPSnya terbatas dengan lokasi di Phoenix, USA:

  • 512MB RAM
  • 1 vCore @ 2GHz
  • 5GB Disk – SSD RAID 10
  • 1TB Bandwidth @ 1Gbps
  • 1 IPv4 – Additional Available
  • SolusVM/KVM – Linux
  • Quarterly $2.50 | Semi-Annually $4.50 | Annually $8.00

Dari spesifikasi VPS yang didapatkan bisa dikatakan ini salah satu yang terbaik dengan harga sangat murah. Harapan saya cukup besar. Haha. 😀

Benchmark kali ini menggunakan script FreeVPS karena Bench.sh stalling (nyangkut) di proses IPv6, tapi esensinya sama saja kok:

Benchmark started on Fri Jan  1 18:33:05 EST 2016
Full benchmark log: /root/bench.log

System Info
-----------
Processor	: QEMU Virtual CPU version (cpu64-rhel6)
CPU Cores	: 1
Frequency	: 2399.996 MHz
Memory		: 502 MB
Swap		: 511 MB
Uptime		: 28 min,

OS		: Debian GNU/Linux 7
Arch		: i686 (32 Bit)
Kernel		: 3.2.0-4-686-pae
Hostname	: servernesia


Speedtest (IPv4 only)
---------------------
Your public IPv4 is 173.***.***.187

Location		Provider	Speed
CDN			Cachefly	23.0MB/s

Atlanta, GA, US		Coloat		5.43MB/s 
Dallas, TX, US		Softlayer	7.02MB/s 
Seattle, WA, US		Softlayer	6.59MB/s 
San Jose, CA, US	Softlayer	12.5MB/s 
Washington, DC, US	Softlayer 	3.62MB/s 

Tokyo, Japan		Linode		1.83MB/s 
Singapore 		Softlayer	1.22MB/s 

Rotterdam, Netherlands	id3.net		1.47MB/s
Haarlem, Netherlands	Leaseweb	9.17MB/s 


Disk Speed
----------
I/O (1st run)	: 325 MB/s
I/O (2nd run)	: 370 MB/s
I/O (3rd run)	: 396 MB/s
Average I/O	: 363.667 MB/s

Saya agak kaget karena ternyata mendapatkan vSwap, ini cukup membantu kalau memori VPSnya sudah kewalahan jadi dialihkan ke virtual memory. Apalagi sudah menggunakan SSD, jelas bermanfaat sekali daripada cuma buat baca-tulis data.

Kecepatan bandwidthnya ke Asia termasuk biasa – biasa saja, kalau digunakan untuk web hosting masih mampu lah. Mungkin lebih baik disandingkan dengan CDN supaya lebih cepat lagi.

Selanjutnya mari kita cek kemampuan VPS VirMach dengan benchmark UnixBench. Rugi kan kalau spesifikasi VPS tampaknya bagus tapi dibatasi sana sini:

   #    #  #    #  #  #    #          #####   ######  #    #   ####   #    #
   #    #  ##   #  #   #  #           #    #  #       ##   #  #    #  #    #
   #    #  # #  #  #    ##            #####   #####   # #  #  #       ######
   #    #  #  # #  #    ##            #    #  #       #  # #  #       #    #
   #    #  #   ##  #   #  #           #    #  #       #   ##  #    #  #    #
    ####   #    #  #  #    #          #####   ######  #    #   ####   #    #

   Version 5.1.3                      Based on the Byte Magazine Unix Benchmark

   Multi-CPU version                  Version 5 revisions by Ian Smith,
                                      Sunnyvale, CA, USA
   January 13, 2011                   johantheghost at yahoo period com


1 x Dhrystone 2 using register variables  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Double-Precision Whetstone  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Execl Throughput  1 2 3

1 x File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks  1 2 3

1 x File Copy 256 bufsize 500 maxblocks  1 2 3

1 x File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks  1 2 3

1 x Pipe Throughput  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Pipe-based Context Switching  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Process Creation  1 2 3

1 x System Call Overhead  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 x Shell Scripts (1 concurrent)  1 2 3

1 x Shell Scripts (8 concurrent)  1 2 3

========================================================================
   BYTE UNIX Benchmarks (Version 5.1.3)

   System: servernesia: GNU/Linux
   OS: GNU/Linux -- 3.2.0-4-686-pae -- #1 SMP Debian 3.2.73-2+deb7u1
   Machine: i686 (unknown)
   Language: en_US.utf8 (charmap="UTF-8", collate="UTF-8")
   CPU 0: QEMU Virtual CPU version (cpu64-rhel6) (4800.0 bogomips)
          x86-64, MMX, Physical Address Ext, SYSENTER/SYSEXIT, SYSCALL/SYSRET
   18:54:28 up 49 min,  1 user,  load average: 0.06, 0.19, 0.13; runlevel 2

------------------------------------------------------------------------
Benchmark Run: Fri Jan 01 2016 18:54:28 - 19:22:56
1 CPU in system; running 1 parallel copy of tests

Dhrystone 2 using register variables       17370193.8 lps   (10.0 s, 7 samples)
Double-Precision Whetstone                     2674.7 MWIPS (10.1 s, 7 samples)
Execl Throughput                               5229.9 lps   (29.7 s, 2 samples)
File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks        949080.8 KBps  (30.0 s, 2 samples)
File Copy 256 bufsize 500 maxblocks          263438.2 KBps  (30.1 s, 2 samples)
File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks       1448369.4 KBps  (30.0 s, 2 samples)
Pipe Throughput                             1796342.8 lps   (10.0 s, 7 samples)
Pipe-based Context Switching                 328903.1 lps   (10.0 s, 7 samples)
Process Creation                              17529.8 lps   (30.0 s, 2 samples)
Shell Scripts (1 concurrent)                   7848.0 lpm   (60.0 s, 2 samples)
Shell Scripts (8 concurrent)                   1004.2 lpm   (60.0 s, 2 samples)
System Call Overhead                        3021510.3 lps   (10.0 s, 7 samples)

System Benchmarks Index Values               BASELINE       RESULT    INDEX
Dhrystone 2 using register variables         116700.0   17370193.8   1488.4
Double-Precision Whetstone                       55.0       2674.7    486.3
Execl Throughput                                 43.0       5229.9   1216.3
File Copy 1024 bufsize 2000 maxblocks          3960.0     949080.8   2396.7
File Copy 256 bufsize 500 maxblocks            1655.0     263438.2   1591.8
File Copy 4096 bufsize 8000 maxblocks          5800.0    1448369.4   2497.2
Pipe Throughput                               12440.0    1796342.8   1444.0
Pipe-based Context Switching                   4000.0     328903.1    822.3
Process Creation                                126.0      17529.8   1391.3
Shell Scripts (1 concurrent)                     42.4       7848.0   1851.0
Shell Scripts (8 concurrent)                      6.0       1004.2   1673.6
System Call Overhead                          15000.0    3021510.3   2014.3
                                                                   ========
System Benchmarks Index Score                                        1450.1

Walaupun cuma dapat 1 vCPU core tapi ternyata performanya cukup baik, bahkan salah satu yang terbaik untuk VPS dengan satu inti saja dari semua yang pernah saya review sampai saat ini. Tampaknya tidak salah kalau VirMach memiliki reputasi yang baik.

Bagaimana kestabilan sistem dan uptimenya? Terus terang belum pernah bermasalah, baik lambat atau down tidak pernah saya alami. Mungkin ini prematur karena opini saya terbentuk dari penggunaan yang bisa dikatakan baru saja, kurang lebih 2 minggu saya mengutak – atiknya. Ya, saya beli ini karena kepincut harga miringnya yang cuma $8 setahun atau sekitar Rp 100.000-an lah dan sebenarnya tidak saya gunakan untuk pekerjaan. Haha. 😀

Oh ya, saya pilih lokasi di PHX (Phoenix) karena dari hasil looking glassnya cukup baik bahkan setara dengan Los Angeles mereka yang cukup bagus diakses dari Asia. Tapi saya tidak beli LA waktu itu karena ada tambahan biaya $2. Harus berhemat soalnya. 😛

63 pemikiran pada “Review VirMach: VPS murah yang bisa diandalkan

    • Nah itu susahnya mas. Gara – gara anda tanya saya melakukan survey sekilas mencari VPS/Cloud Server yang di Indonesia (IIX jadinya).

      Acuannya pakai spesifikasi dan harga Digital Ocean, biar standar nanti pembahasannya:

      • 1 vCPU core
      • 512MB RAM
      • 20GB SSD
      • 1TB Bandwidth
      • 1 IPv4
      • $5 per bulan atau sekitar Rp. 70.000.

      Untuk harga yang setara per bulannya rata – rata VPS di Indonesia memberikan 128MB RAM dan Harddisk 10GB kebawah. Bahkan ada yang cuma 3GB. Tapi kalau bandwidth ada yang 100GB hingga unmetered.

      Sedangkan apabila kita ingin spesifikasi yang setara tarifnya langsung loncat dari sekitar Rp. 150.000 hingga Rp 200.000 lebih. Jadi untuk hosting VPS/Cloud Server di Indonesia kita harus siap merogoh dompet hingga 4 kali lipat dari standarnya di luar negeri. Ya rumput tetangga memang lebih hijau kalau kondisinya begini mas, sementara parkir dulu di server SG (Singapura) sampai harganya kompetitif. 😛

      Ini saya belum bicara masalah performa dan bisa diandalkan tidaknya lho mas. Kalau uptimenya hancur ya sama saja kita sumbang dana ke providernya. Haha. 😀 Pingin coba benchmark aslinya, tapi kalau cuma beli 1 bulan rasanya mubazir.

    • Lokasi Asia Vultr cuma di Tokyo, Jepang dan Sydney, Australia kan mas? Wah… kalau begitu saya lebih memilih di Los Angeles saja. Lebih terjamin bandwidthnya ke Asia, soalnya kedua lokasi tersebut termasuk terbatas.

      Sayangnya saya tidak bisa mencoba Vultr karena harus menggunakan kartu kredit, mungkin suatu saat.

      • oh gitu ya mas menggunakan paypal, saya kira kalau makai vcn bni bisa hehe tapi saya coba dulu deh.. murah nih di bandingkan DigitalOcean hehe, thanks infonya.

      • hehe iya mas biasanya saya makai vcn bni beli semacam domain kaya name.com gitu, tapi ada beberapa gak bisa di gunakan semacam neamcheap, digitalocean, godaddy haha mesti master card tapi gak semua valid si..

        niatnya mau coba 512mb si, mau di buat blog eheh semoga ajah memuaskan di virmach.. btw ini servernesia di Quadranet, Inc ambil vps ya?..

        maaf banyak nanya nih hehe mau nyari info2 vps yang stable ..

      • Wah saya belajar hal baru ini dari mas. 🙂

        Blognya masih baru? Ya sangat cukup mas 512MB VPSnya. Betul mas provider saya pakai Quadranet. Tampaknya mas sudah ahli nih sampai perhatian masalah datacenter. Saya beberkan semuanya pakai apa saja mas disini: https://servernesia.com/dibalik-layar/ Mungkin bisa jadi referensi. 🙂

        Kalau mas butuh rekomendasi VPS dan tambahan informasi dari pengunjung lain bisa dibaca disini: https://servernesia.com/875/rekomendasi-vps-terbaik/

        Tanya itu ga dosa kok mas, saya dulu juga banyak tanya. Sekarang giliran saya ngeshare apa yang dipelajari selama ini. 😀

      • iya mas buat alternatif pembayaran ajah kalo kepepet gak ada saldo di paypal hehe… kemaren ajah saya dapet domain promo com cuma $ 0,99 pake vcn dari name com sering ngadain promo dia seminggu sekali.. tapi gak mesti com / net terus kadang2 domain TLD lain bisa cek https://www.name.com/happy-hour aktif tuh make vcn cuma kena 14rebu gak make pajak, kurs ngikutin dari bank bni.

        iya si buat baru webnya.

        iya mas udah beberapa datacenter saya coba buat ngebandingin mana yg bagus.. Kalau gak di test satu satu belom bisa dapetin kecepatan yang di inginkan. Soalnya dah kecewa ma server lokal hehe sering down kalau indexing google/

        sebelumnya si udah pernah make vps server singapore ram1gb cepet si hehe tapi sayangnya kontak cs providernya ngawur lama proses tanggepannya dan gak ada anti ddos saya beli di WHPLUS . Kalau virmach ada fitur anti ddos hehe mayan buat jaga-jaga suspend saya juga baca di forum kata nya stabil si model 2 kaya digitalocean.

        makasih mas info link berbagi pengalamannya 🙂

      • Apply kartu kredit yang beneran saja mas biar tidak repot. Tapi saya juga belum punya sih. Ahaha. 😀

        Selain bandwidth dan latency jangan lupa cek kebijakan refundnya mas. Mungkin mas sudah baca posting saya yang rekomendasi VPS yang saya link diatas, itu gara – gara Januari kemarin terpaksa pindah provider VPS 2 kali dalam 1 minggu. Secara spesifikasi bagus dan harganya masuk, tapi ga stabilnya juga supportnya bikin makan ati. Haha. 😀 Minta refund pun ngaret 1 minggu baru direspon.

        Kalau takut kena DDoS pasangkan CloudFlare/Incapsula mas, setidaknya mengurangi beban VPSnya dalam melayankan konten blog.

        Sudah pernah coba lokasi IIX mas? Jeleknya dimana? Tidak stabil, sering downtime atau pelayanannya yang kurang?

      • baru bisa berkunjung lg hehe…
        virmach gak bisa ternyata make vcn bni haha.. ujung2nya paypal tapi ke digital ocean dah @.@ sayang balance padahal..

        kalau CloudFlare sering offline kadang2, apa gara2 free ya haha… kayanya perlu di coba ini Incapsula, belom yang ini si.

        kalau hosting indonesia ya gitu supportnya agak lama, biasanya main suspend. padahal mah gak ngelanggar tos x.x terus kalau server indonesia juga sering down parah.. namun ada beberapa yang rekomended semacam could kilat, idwebhost, aksimaya.. yang saya pernah coba si masih bagus layanananya.

        punya artikel resource penggunaan ram gak masing-masing os?? saya soalnya gak pernah merhatiin resource penggunaan ram haha

      • Haha, sayang sekali ya mas ga bisa. Masih belum berani pakai VirMach jadinya? Murah banget soalnya cuma $8 setahun utuk KVM 512MB. Lah DigitalOcean setahun habis berapa untuk Droplet 512MB? 🙂

        Saya shared hosting yang providernya di Indonesia (bukan IIX) saja masih 50-50 mas. Kadang tanya itu seakan – akan kita yang salah, abuse resource atau node lah. Lah kan repot kalau begini. Akhirnya saya cari yang di luar negeri dan jelas supportnya tahu apa yang kita bicarakan. Selain masalah harga juga kualitas supportnya sangat penting. Kalau yang di Indonesia rata – rata ahli di billing tapi kurang di sistem hostingnya.

        Karena itulah saya belum pernah coba provider VPS yang markasnya di Indonesia, takut kecewa dan harganya sendiri ga bisa dikatakan murah. Makan ati nanti. 🙂 Tapi sudah ada beberapa nama besar yang muncul sih, startup tampaknya, ya seperti CloudKilat dan DewaWeb.

        Soal penggunaan resource saya baru menuliskan mas, tapi lebih banyak opininya daripada faktanya: https://servernesia.com/990/rekomendasi-distro-linux-terbaik-vps/ Mohon dikoreksi atau share pengalamannya biar lebih akurat. Hehe. 😀

  1. iya murah vmarch, tapi setelah beberapa pertimbangan ke DO deh.. nyari lokasi jangkauan yang agak deket ke indonesia make SG.. mantep(y).

    hehe keknya bener soal support indonesia msh ketinggalan, terkadang tidak menyelesaikan masalah.. apa kurang gaji ya haha

    Dewa web sama couldkilat kayanya bakal jdi startup hosting besar itu, soalnya rada bagusan disana, agak cepat tanggap. Tapi si mendingan nyewa ISP sendiri, nah install server di pc rumah, tapi rawannya kalo mati listrik sama cadangan listrik gak bisa cover tamat sudah… Tapi si kalo ada rejeki banyak beli server taruh di rumah, namun – minesnya jeleknya indonesia, ISP masih mahal @.@

    Kemaren habis nyoba debian vs cent os, kalah jauh cent os sekarang haha makan resource banget kalo di install aplikasi ini itu.. beda sampe 50-70an. 😀

    • Nah itu mas, sangat bervariatif kualitas supportnya penyedia hosting di Indonesia. Tapi rata – rata buat saya pribadi masih kurang bagus. Buat apa diberi ganti rugi karena SLA, downtime lebih mahal soalnya daripada creditnya.

      Cari Singapura ya mas? Saya berikan alternatifnya yang bersaing harga dan kualitasnya. Kalau DigitalOcean itu datacenternya Equinix.

      Nah… ada Leaseweb: https://www.leaseweb.com/cloud/public/virtual-server pakai datacenternya sendiri. DewaWeb pakai mereka tapi harganya 4 kali lipat. Haha. 😀

      Barusan juga HostUS membuka VPS untuk region SG pakai Softlayer: https://hostus.us/openvz-vps.html

      Waduh… kalau hosting di rumah takutnya melanggar TOS ISP kalau ga langganan yang bisnis, harus dapat dedicated IPv4 juga dan ini masih ga murah di Indonesia. Masalah listrik juga, butuh UPS jaga – jaga kalau mati lampu. 🙂 Lebih tenang kalau diserahkan ke yang profesional sih menurut saya.

      Coba Debian dan CentOS berapa mas? Sudah dites dengan apa? Saya ujicoba abal – abal tampaknya setara, kecuali kalau sudah beda arsitektur 32-bit/64-bit.

  2. gimana perkembangannya dengan virmach mas chandra, ada update untuk artikel ini?
    pingin nyoba juga karna lihat promonya tapi masih yg openvz, nunggu ada promo yg kvm biar bisa coba di lokasi LA. ram 512 di DO mulai sekarat jadi mulai cari alternatif murah lainnya 😀

    • Hmmm… kalau opini ya mbak, saya sih masuk ke penilaian antara biasa saja dan puas. Haha. 😀 Bingung jelasinnya juga.

      Tapi bicara fakta saja biar ga salah paham. 🙂 Selama setengah tahun lewat ini kadang tiba – tiba mati VPSnya dan tidak bisa dihidupkan lewat panel SolusVM. Terpaksa bikin ticket dan dibantu oleh supportnya, dalam 6 jam lah paling lama sudah diproses. Kalau dihitung downtime seperti ini (saya cek jumlah ticket dulu biar akurat) ada 5 kali terjadi. Yang paling lama malah bukan salah VirMach, sekitar 12 jam karena daya listrik datacenternya mati. Baru kemarin terjadi. 😥

      Kesimpulannya sih saya masih berani merekomendasikannya karena termasuk stabil dengan “keunikannya”. 🙂 Tapi kalau dibandingkan dengan DigitalOcean rasanya kalah dari sisi uptime totalnya tapi kalau per bulan rasanya ga jauh – jauh amat rasionya, jangan lupa VirMach menang harga jauh. Ya… sisanya tinggal kita mau kompromi tidak. Istilahnya ada harga ada barang. Hehe. 😀

      • apa karna special offer ya jadi nggak di prioritaskan 😀 karna lihat di halaman depan 100% uptime. kalau order yg reguler dapet diskon 40% untuk order setahun.

      • Ahaha, bisa jadi ya mbak. 🙂 Informasi marketing sih mbak, masa mau nulis uptime 90%? Ga laku dong nantinya? 😀

        Kemarin ada yang special lagi:
        Value+ OpenVZ
        – 512MB RAM
        – 2x vCPU @ 1GHz+
        – 20GB SSD space
        – 1TB transfer
        – 1Gbps uplink
        – 1x IPv4
        – 3x IPv6 (where available)
        – OpenVZ/SolusVM
        – $5/year
        Ngeri bener.

    • Saya masih pakai kok mas Isa, buat hosting forum. Dan dari pengalaman memang ada kejadian VPS mati sendiri dan di SolusVM ga bisa dihidupkan atau reboot. Ya terpaksa lewat ticket solusinya.

      Walau ada masalah seperti diatas tapi dihitung uptimenya tetap diatas 99% setahun. Sangat jarang terjadi kok.

  3. wah menarik nih, mas vpsnya linuxnya bisa di remote dektop via pc windows ga? saya cari altrnative yang labih murah dari rdp windows. heheh. terima kasih jawabannya

    • Remote Desktop hanya ada di Windows mas. Kalau Linux paling pakai VNC. Mas mau sewa VPS akan difungsikan apa ya? Takutnya pakai Linux malah ga cocok.

      • Alhamdulillah udah beli juga di special offer di virmach.. hehe. saya pakai buat download dan upload video ke youtube. Lumayan lebih hemat dari beli RDP. asiknya lagi full admin. hehe

      • ya, selama ini saya langsung dari VPS pakai VNC nya mas.. koneksi langsung gitu.

        Baru tau saya ada https://github.com/tokland/youtube-upload. barusan saya lihat2 lumayan blow mind.. rupanya bisa jadi lebih mudah ya. selama ini menggunakan VNC rasanya sangat lambat, buffer.. ga kaya RDP windows yang smooth.

        Ini saya mau coba install youtube-upload. thanks mas

        kalau ada wejangan lainnya mohon update2 lagi ya.. hehe

      • Haha… ga berani saya beri wejangan. Sama – sama belajarannya mas. Saya cuma share apa yang saya tahu saja dan malah belajar dari pertanyaan – pertanyaan yang masuk.

  4. Mas sya baru sj order vps saldo paypal saya udh kepotong tpi order blm di progress status masih pending aduuuh gmn ya mas,.. ku bingungT_T

    • Sabar mbak, kemungkinan ini pesanannya diaktifkan secara manual untuk verifikasi data pembelinya. Kalau pembeli dari Indonesia memang sering kena pengecekan ganda seperti ini, atau kadang paket VPSnya sangat populer jadi sedikit dibatasi.

  5. Mas ku punya vps udh lama tpi selama ini ku ga dpt penghasilan apa-apa,.. gimana ya mas biar dpt penghasilan dari vps selain mining bitcoin

    • Wah ya rugi mbak kalau mining bitcoin atau cryptocurrency lainnya. Apalagi kalau dijalankan pada provider VPS biasa, bisa kena suspend karena dianggap abuse CPU.

      Lebih baik mbak ngeblog saja dan cari receh dari iklan seperti Google AdSense. Ga instan tapi kalau mbak telaten setahun saja bisa bayar sendiri VPSnya. Jangan bahas server seperti saya tapi, bukan mencegah persaingan, tapi memang ga menghasilkan dari sisi iklan. 😀

    • Saya sarankan tinggalkan saja mbak. Buang waktu saja. Hitungnya suatu usaha worth it atau ga itu bandingkan – misal – mbak kerja part time sebulan dapat berapa. Nanti dibagi jam kerjanya per hari berapa. Kalau ikut UMR 2juta misalnya, dimana kerja seminggu 5 hari 8 jam. Jadi waktunya mbak 1 jam itu bernilai Rp. 12.500. Rugi banget kalau dibuat receh.

      Bukan berarti mbak ga bisa mulai dari nol merintis blog misalnya. Tapi kan harus diperkirakan potensi pendapatannya itu imbang ga dengan dedikasinya. Kalau mbak suka makeup mungkin bisa jadi fashion blogger, teman saya sering dapat endorse dari perusahaan untuk promosi barangnya. Ini nominalnya sudah jutaan.

      Atau mbak ikut sales asuransi atau oriflame. No comment soal sistemnya atau bagaimana penghasilannya. Tapi opini pribadi, ikut merasakan jadi sales walaupun ga ada hasil materi itu ikut menempa mental saat berhadapan dengan orang lain. Ga gampang putus asa walau ditolak dan muka tembok, sangat berguna nanti kalau sudah kerja dan sering ditikam dari belakang. Saya kok curhat ya. 😀

      Tapi yang mbak lakukan ya aslinya fase yang saya alami dulu pas cari duit online. Haha. 😀 Saya cuma kasih kesimpulannya saja.

    • Oh bisa mbak resell hosting, shared hosting saran saya. Margin untungnya bisa cukup tinggi, modalnya ga terlalu besar dan maintenancenya minimal juga. Tapi harus cari yang kualitas bagus providernya.

      Saran saya dimulai dari sini dulu. Tapi jangan harap mudah dapat klien hanya dengan membuat websitenya. Saran saya dimulai dari teman – teman yang butuh hosting.

    • Masih mending BuyShared mbak, 20$ per tahun dapat bagus. Ownernya cukup aktif dan ada reputasi di BuyVM. Makanya saya percaya dan ambil disini, dan selama ini belum mengecewakan.

    • Bukan berarti masalah sih mbak, tapi klien dari reseller lain kan diluar kendali kita misal mau abuse atau spam. Ini nanti ngefek ke reputasi IPnya.

  6. Mas mending pilih harga miring server US tpi spesifikasi tinggi sprti hd 30g apa harga mahal dikit server singapore tpi spesifikasi kurang begitu sprti hd hnya 20g?

    • Sewa VPS mbak?

      Saya lebih mengutamakan:

      1. Review independen dan mayoritas orang komplainnya tentang apa.
      2. Benchmark.

      Biarpun SG kalau dithrottle kebangetan ya ga ada gunanya.

  7. iya ni mas lgi bingung pilih server ini server US buffalo dg spesifikasi :
    HARGA $23/YEAR
    1024 MB RAM
    40GB RAID HDD Storage
    500GB Bandwidth (200Mbps Port Cap)
    2 vCPU Core
    1 IP Address
    Several Operating System to choose from
    Location: Buffalo, New York
    https://www.vortexnode.com/clients/cart.php?a=confproduct&i=3

    dan ini server singapore dg spesifikasi :
    HARGA : 36/YEAR
    Intel Xeon E5 Processor
    1 Core Processor
    512M Memory
    20G SSD Disk
    500G Transfer
    Network Port : 100Mbps
    Standard Global with Best Effort China Bandwidth
    https://clientarea.gigsgigscloud.com/index.php?/cart/&step=3

    • Terus terang saya baru pertama kali ini tahu GigsGigsCloud jadi no comment mbak. Yang VortexNode saya tahu dan pakai. Itu lokasi Buffalo sama dengan milik Virmach, pakai datacenternya ColoCrossing.

  8. saya dapat vps di virmach dengan spek ram 1gb cpu 1 core seharga 20$ untuk 1 tahun, pas lagi promo, dapat potongan 30$, lumayan buat belajar utak atik

Tinggalkan komentar